fad86d13-f410-4162-a77b-47f18dad03e6

Membangun Optimisme

dbfe146b-107b-44b0-b742-64f3e661173a

  Menjadi generasi milenial memerlukan ketangguhan Spritual, makhluk Tuhan secra fisik kecil, tetapi energi pasitif yang dimiliki berdaya dahsyat, seperti yang diumpamakan Al-Qur’an kepada lebah , dijelaskan dalam surat An-Nahl 68 – 69.

     Kehidupan lebah tidak mengandalkan semata-mata ototnya dan fisiknya, tetapi jiwa daya juangnya tangguh, dari pagi ia mencri rizqi dibawah naungan hidayah Allah, hidupnya kolaboratif dalam komunitasnya, saling menolong diantara mereka, rizkinya yang dimakan tidak cara brutal dan ugal-ugalan, saling memberi hidup dan menjaga lingkungan bagi keturunannya dan manfaatnya besar bagi sesama makhluk Tuhan. Inilah generasi milenial yang kreatif dan cerdas.

Mengikuti pesantren adalah mempersiapkan masa depan dan menambah ilmu :

MENAMBAH ILMU

Muhammad Chirzin

Islam sangat menekankan kepada Muslim agar giat menuntut ilmu, karena dengan ilmu seseorang akan dapat menunaikan tugas-tugas dengan baik dan benar.

      Apakah kaum musyrik yang lebih beruntung, ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada azab akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, ”Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sungguh, hanya orang-orang yang berakal sehatlah yang dapat menerima pelajaran. (QS 39:9).

      Hai orang-orang yang beriman, jika dikatakan kepadamu berilah tempat dalam pertemuan, berilah tempat, Allah akan memberi tempat yang lapang kepadamu, dan bila dikatakan berdirilah, maka berdirilah. Allah akan mengangkat derajat orang beriman di antara kamu dan mereka yang diberi ilmu. Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS 58:11).

  “Siapa yang menghendaki kebaikan dunia, hendaklah dengan ilmu; siapa yang menghendaki kebaikan akhirat hendaklah dengan ilmu; siapa yang menghendaki kebaikan keduanya hendaklah dengan ilmu.” (Nabi Muhammad saw).

    “Siapa yang meninggalkan kampung halamannya untuk mencari ilmu, ia berada di jalan Allah.” (Nabi Muhammad saw).

   Pada suatu hari Shafwan ibn Assal al-Muradi menghadap Nabi saw di masjid dan berkata. “Wahai Rasul, saya datang untuk menuntut ilmu.” Nabi saw menjawab, “Selamat datang, wahai penuntut ilmu! Sungguh, para malaikat turun mendoakan para penuntut ilmu dengan melebarkan sayap-sayapnya, bersama-sama mengelilinginya, sampai mereka mencapai langit pertama, karena cintanya terhadap apa yang dicari orang itu. (HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim).

     Seorang muslim hendaklah menjadi pengajar atau penuntut ilmu. Belajar berarti meningkatkan pengetahuan hari demi hari.

“Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (QS 20:114).

    Para pendahulu kita tak pernah berhenti meningkatkan pengetahuan sampai akhir hayat. Pengetahuan akan berkembang jika dikaji secara aktif. Sebaliknya, akan layu dan mati jika diabaikan dan ditinggalkan.

Pendidikan kalbu tidak kalah penting daripada pendidikan akal.

   Imam ibnu Abdul Barr meriwayatkan bahwa Ibn Abi Ghassan berkata, “Selama kamu menuntut ilmu, kamu berpengetahuan; begitu kamu berhenti, kamu menjadi bodoh.”

Imam Malik berkata, “Tak seorang pun yang berilmu akan berhenti menuntut ilmu.”

   Imam Abu Amr ibn al-A’la ditanya, “Berapa lama waktu yang diperlukan bagi seseorang untuk menuntut ilmu ?” Dia menjawab, “Selama dia hidup.”

    Seseorang bertanya kepada Imam Sufyan ibnu Uyainah, ”Siapakah orang yang paling membutuhkan ilmu pengetahuan?” Jawabnya, “Orang yang paling banyak ilmunya.” “Mengapa?” “Sebab, jika dia membuat kesalahan akibatnya lebih buruk.”

Orang yang menuntut ilmu lebih dekat kepada Allah dan ridha-Nya.

   Yang benar-benar takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah mereka yang berpengetahuan. (QS 35:28).

      Rasulullah saw masuk masjid dan menemukan dua kelompok majelis di dalamnya: majelis dzikir, dan majelis ilmu. Rasulullah saw bersabda, “Kedua majelis ini baik, tetapi aku lebih menyenangi salah satu daripada yang lain. Majelis pertama orang-orang yang berdzikir dan memohon kepada Allah; Allah mungkin mengabulkan doa mereka atau menolaknya. Majelis kedua orang-orang yang mempelajari ilmu dan mengajarkannya, dan saya sendiri diutus sebagai guru.” Lalu Rasulullah saw duduk di majelis ilmu. (Abdullah ibn Umar ra).

Ilmu itu adalah tenaga
Tanpa ilmu tiada berdaya
Barang siapa rajin membaca
Jendela dunia akan terbuka
Ilmu itu harta abadi
Tak mungkin dapat dicuri
Menuntut ilmu jangan berhenti
Karena ilmuwan berderajat tinggi
Di masa muda malas belajar
Di hari tua hidup terlantar
Menuntut ilmu baru berakhir
Jika nyawa sudah menyingkir.
(Sulaiman Yusuf)

• Dasar kemanusiaan seseorang adalah akalnya; dasar kemuliaannya adalah agamanya; dasar harga dirinya adalah akhlaqnya. (Umar bin Khaththab).

• Kejarlah ilmu, karena dengan ilmu Anda dapat hidup selama-lamanya. Manusia pasti mati, tetapi orang yang berilmu tetap hidup. (Ali bin Abi Thalib).

• Dengan ilmu hidup menjadi mudah; dengan seni hidup menjadi indah; dengan agama hidup menjadi terarah. (A. Mukti Ali).

• Siapa yang rendah hati karena ilmunya, Allah memuliakannya dengannya. Ilmu itu ada tiga jengkal. Siapa yang menguasai satu jengkal akan sombong dan angkuh serta menduga telah berilmu. Siapa yang menguasai dua jengkal ia rendah hati dan mengetahui bahwa ia belum berilmu. Adapun jengkal ketiga hanya Allah sajalah yang mengetahuinya. (Asy-Sya’bi).

• Selayaknya manusia tidak sombong dalam bidang yang dikuasainya, dan tidak pula berpura-pura mampu dalam bidang yang tidak dikuasainya. (Al-Mawardi).

• Membaca itu memperkaya perbendaharaan jiwa, oleh karena itu sangat membahagiakan. (Goethe).

• Hati akan mati bila tak berhasrat kepada ilmu pengetahuan. (Fathul Mausuli).

• Kehebatan daya cipta adalah berkat rajin membaca, hingga kekayaan dan kebahagiaan yang berupa apa pun dapat dicapai oleh manusia yang banyak pengetahuannya. (Bernard Shaw).

• Hanya orang yang halus perasaannya keindahan dan rahasia alam ini dibukakan Tuhan untuknya. Kehidupan adalah kitab yang indah, tetapi tidak bermanfaat bagi orang yang tidak membacanya.

#Menulis untuk mengabdi dan mengabadi.( Tulisan disumbang oleh prof. Muhammad chirzin )

35125a89-ef71-47ca-b8ff-06ab1874fa01

ISLAM DAN AGRARIA

a5c8808f-9b61-4903-ad9f-0a1cf81cb3f1

UMC Kerjasama dengan Kementrian Agraria lakukan Sosialisasi Reforma Agraria Berbasis Perpres 86 tahun 2018 tentang Reforma Agraria

A. Pendahuluan

      Bahwa Islam merupakan agama sempurna, seperti dikemukakan Al Mawardi, dalam al-Muwafaqot dan kitab Dhuhal Islam, Ahmad Ali, juga dalam buku sprit Islam, syad Amir , ditegaskan sebagai khirasatud din , sekaligus Syiasatuddnya, artinya umat Islam tidak sekedar memperhatikan aspek-aspek ibadah, tetapi juga persoalan muamalat, trmasuk persoalan tanah.

         Berbagai urusan hidup tidak lepas dari hal ihwal pertanahan, efek dari masalah tanah berdampak dengan politik, ekonomi, sosial, budaya dan juga Agama.

Pembahsan ini terkait dengan UUPA no 5 1960 sebagai bagian dari konsep pembaharuan Agraria. Ada 3 aspek penting dalam mengkaji landreform di Indonesia yg akan diuraikan, (1) askar sejarah dan filosofi

(2) prinsip dan teori (3) implementasi dan masalahnya.

B.       Akar sejarah dan filosofi Agraria

       Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduknya Muslim, maka adat yang menjdi pranata kehidupannya bersentuhan dengan pranata Keislaman dalam konteks great tradition. Sebagai konfigurasi menuju terbentuknya sebesar-besarnya kemakmuran bangsa.

        Sejak kemunculanya, Islam sebagai pencerah dari kegelapan manusia. Bermula dari pencerahan teologis, kemudian membongkar tradisi diskriminatif, keadilan hukum, pemerataan ekonomi, sampai memanjatkan peradaban adiluhung ke seantero dunia.

   Maka dapat diasumsikan kehadiran UUPA sejalan dengan praktek pengelolaan yang pernah dilakukan salafussholihin sebagai suatu ikhtiar mewujudkan masyarakat pendukungnya.

           Masyakat dimanapun menghendaki terpeliharanya kemaslahatan dan Isalam meletakkn kemaslahan itu pada 5 ciri utama, yaitu justice, profitable, humanities , spritualities and ordereble yang dingkai dalam filsafat hukum yang disebut Addloruriyah Al-Khomsah.

C.       Implementasi dan problematikanya

        Manusia ditempatkan pada posisi sentral dr perspektif hukum, sebagai subyek hukum dan landrefom sebagai obyeknya, tercapainya fungsi landreform, terletak pada hsrmonisasi, sehingga terhindar dari sikap dan prilaku sebagai berikut;

  1. Keikhlasan untuk menjankan landreform bagi bangsa sehingga terhindar dari sikap koruptif yang merugikan bangsa dan negara. Eksperimentasi landreform mengalami perjalan yang sangat panjang, dari mulai menjadi buruh kolonial, buruh republik sampai sekarang masih menjadi buruh kapitalistik.
  2. Menghindari sikap dzolim, dengan alasan umum ataupun individu, sehingga rakyat kehilangan hak-hak esensialnya sebagai pemilik syah negri
  3. Menghindari sikap tamak dan rakus, karena sikap ini jelas-jelas bertentangan dengan
  4. Menjauhkan prilaku mubazir, supaya menjadi manusia
  5. Menjaukan watak fasik sehingga menjdikan bumi ini tidak hanya subur dan membawa makmur, tapi juga rakyatnya

       Maka sejatinya jika kita manpu menjaga kedaulatan agria dapat mewujukan kedaulatan-kedaulatan lainnya dalam mewujudkan marwah dan jati diri bangsa. Pengalaman-pengalaman pahit masa silam hendaknya menjadi pelajaran jangan sampai terulang di masa kolonial, kita pernah, ibarat kelaparan di lumbung padi, menjadi jongos di negeri sendiri, lebih senang hujan batu di negeri orang, betapan terdapat hujan emas, hidup bagai timun bongkok, adanya sama dengan tidak adanya, karena hanya besar ototnya, bekerja sekuat apapun tidak menemukan bejo, memang urip di zaman edan kude edan, nek ora edan rak kaduman. Tapi sebejo-bejone wong edan luwih bejo wong sing eling.

D.        Kesimpulan

        Dalam teori pertanahan terdapat 3 fungsi yaitu privasi ( komersialisasi/kepentingan profit), fungsi sosial mempertimbangkan kemanusiaan ( people ) dan fungsi Umum ( perintah planet/istikhlaf). Ketiganya dijalankan secara seimbang dan harmonis.

            UUPA no. 5 tahun 1960 sebagai produk founding father NKRI, yang didalamnya berkontribusi tokoh- tokoh bangsa, memikirkan dengan pengaturan hak pertanahan dapat mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, satu tarikan nafas dengan UUD pasal 33 dan akhirnya terwujud sebesar-besarnya kemakmuran bangsa Indonesia.

Cirebon, 08 Maret 2018

Prof. DR.H. Khaerul Wahidin, M.Ag

GB Humaniora dan Peradaban Islam

Kepemilikan Tanah Menjadi Hajat Hidup Manusia

f0ac987d-e5ce-4471-b7ce-834981259b8a

Parenting bersama Lab School UMC

Pentingnya pendidikan keluarga

Keluarga sebagai Madrasatul Ula, Gurunya adalah bapak dan ibu sebagai center unggulan, bagi anak-anaknya sebagai muridnya. Basic kurikulum pendidikan keluarga adalah keteladanan, apa yang diinginkan tahap anak dimata orang tua lakukan saja oleh bapak dan ibunya.

Tidak ada kedudukan paling tinggi kecuali surga

a2b94e4e-b144-4ca1-b6b2-2a3c6f670cbb

Pengembangan Kepribadian Mahasantri Internship UMC

73b6e23f-7efd-4c55-b214-b06472bb15aa

     Salah satu program pesantren mahasiswa UMC adalah pengembangan kepribadian melalui kelas kepribadian. Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah menggali dan mengembangkan potensi kepribadian yang dimiliki mahasiswa untuk dapat produktif dan berperan aktif dalam kemajuan masyarakat dan dunia kerja. Kelas kepribadian ini dipimpin oleh salah satu dosen UMC, M Azka Maulana M.Psi,Psikolog. Pendekatan kepribadian yang digunakan untuk menggali kepribadian mahasiswa adalah tipologi DISC. Mahasiswa diajak untuk menilai dirinya sendiri yang nantinya akan ditempatkan ke dalam 4 tipologi kepribadian (D I S C). Setelah itu mahasiswa diajak untuk mendapatkan insight mengenai pekerjaan dan tanggung jawab seperti apa yang cocok bagi karir mereka ke depannya.

929cee3a-1e3d-4a92-8ce5-e22dd0e27fa8

Sosialisasi Pemilu 17 April 2019 (Kerjasama UMC dan RRI Cirebon)

 

78142932-5283-4359-9427-873abdb3168e

 Tanggal 28 Februari UMC menyelenggarakan Sosialisasi Pemilu 2019, didukung mitranya yaitu KPU, RRI, BNI-Syariah, Bukopin, BRI , BRI, Muammalat, BJB, BJB-Syariah dan LSM pegiat demokrasi.

 Dalam sambutannya Rektor UMC, menggambarkan kaitan Negara Maju (baldatun thiyyibatun wa rabbun ghofur) dengan kesadaran warga negara nya yang Cerdas dan Berkedaban.

   Warga masyarat yang baik menentukan terwujudnya yang baik sebagai aksioma dan postulasi yang teruji kebenarannya. Maka janganlah berharap tinggal di good city bila warganya bad cityzenship.

 Penanda warga yang baik adalah mememelihara pranata bernegara dengan kesadaran dan mengupayakan kedaulatan berbangasa dan bernegara serta mencintai dengan segenap hati tanah air dan bangasanya (hubbul wathan minal iman)

    Pemilu Presiden dan Wakil Presiden dan Anggota Legislatif, menjadi penting karena menentukan arah bernegara dalam kurun lima tahunan, dalam uu Pemilu 2017 yang dijadikan dasar pemilu 2019, ditapkan regulasi penyelenggara, peserta pemilu dan pemilih itu sendiri, dengan segala sangsi atas pelaku pelanggaran.

      Harapan seluruh warga Indonesia adalah terselenggaranya pemilu yang Cerdas dan Berkualitas, Jujur dan Adil yang penting lagi adalah aman dan damai yang memberikan legitimasi kepemimpinan Indonesia yang kuat. Pemimpin yang kuat akan mengantarkan masyarakat yang berkeadilan dan berkesejateraan. Maka tidak boleh golput, mari berpartisipasi yang partisipatif yaitu ikut merencanakan , membiayai, memilih, dan mengevalusi hasilnya. Inilah yang disebut good cityzen. Semoga pemilu ini diridlai Allah SWT.

e7c63899-127a-47ed-b988-d89408c5ea6f

Pelatihan Preceptorship

628a994d-62fa-4fc1-a231-f2fdc1db77ed

       Universitas Muhammadiyah Cirebon menyelnggarakan pelatihan penting bagi Praktisi Kesehatan utamanya keperawatan tanggal 25 – 26 Februari 2019 di Meting Room Universitas Muhammadiyah Cirebon

 

asdfgfd

Memahami Surat An-Nur ayat 35

sdagfsdgsdfg

Rektor bersama Mahasantri Pesantren Internship UMC

  Dalam suasana warga persyarikatan melaksanalan musyawarah Tanwir di bengkulu, ayat tersebut menjadi spirit yg luar biasa, ketika dalam pembukaannya Qori mengumandangan lantunan ayat tersebut dalam kesahduan diiringi getaran qolbu yang syahdu.

   Ayat tersebut dikemas dengan perumpamaan orang yang beriman yang didalam hatinya tertancap dudukan yang kokoh sebagai basis pelita kehidupan, kemudia disambungkan dengan sumbu yg disebut Al-Misbah, suatu pertautan dengan kenabian dalam mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada pencerahan, dibingkai dengan kaca tipis transparan yang memantulkan cahaya bagai bintang-bintang di langit, basis energinya dari minyak zaitun berkualitas super yang memancarkan cahaya pula, sehingga terjadi akumulasi cahaya yang menerangi dunia. Itulah miniatur bangunan serta konstruk jati diri mukmin sejati.

             Mukmin sejati tetbentuk dari 5 jenis adonan 1). Modal Spiritual 2. Modal Sosial 3) Modal Intelektual 4) Modal Biologikal dan 5)Modal Psyikho Behavioral yang secara kasabiyah dilakukan atas daya dan ikhtiar manusia, dengan Rajin Ibadah, Berteman, belajar, Al-Ahwal, Al-Syahsiyah Bil Makruf, dan scara praksis berprilaku ihsan.
Kelima karakter Tanwiriyah tersebut, meniscayakan memperoleh emanasi dalam kehidupan, Dunia, ketika masyakarat, ketika barjah, ketika baats, dan kecermelangan dalam syurga.

               Dalam konteks kebangasaan warga Muslim adalah warga bangsa yang sangat menentukan eksistensi negeri ini, jika Muslim Hati dan Fikirannya Jernih, Ibadahnya Ikhlas, berteman sebagai warga bangsa yang toleran dan merahimi perjalanan kebangsaan tanpa dibarengi fitnah dan kedustaan (hoak), menjdi keluarga besar orang Indonesia yang makruf, dan secara praksis hasratnya berihsan atas dasar cinta dan kemanusiaan, seperti yang pernah dilakukan founding father, bangsa ini, pasti warga bangsa secara bersama-sama dapat membangun surga Indonesia dan meraihnya pula kelak diakherat. Amiin.

17e393d6-47ef-42b1-9c3d-1736290e08ec

Pelatihan Preceptorship bersama Fakultas Ilmu Keshatan & Fakultas Keperawatan

ddf60852-d668-48da-8d56-f57c09f0ded5

Civitas Akademika FIKES UMC & Fakultas Keperawatan Univ Padjadjaran

 

    Program Profesiners merupakan kelanjutan pendidikan sarjana keperawatan. Program profesi t ersebut bertujuan menghasilkan ners yang mempunyai pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam memberikan layanan kesehatan dengan menerapkan prinsip-prinsip keperawatan. Pemberian layanan tersebut mengutamakan keselamatan  diri, klien dan lingkungan dengan mengacu pada sistem pelayanan kesehatan nasional dan menunjukan penampilan profesional yang dibutuhkan oleh pemakai jasa ners profesional.

          Salah  satu  model pembelajaran  untuk meningkatkan kemampuan  peserta didik ners menjadiseorang perawat profesional melalui pendekatan preceptorship. Preceptorshiptelah dikenal sebagai strategiyang sangat pentingdalam meningkatkan kemampuan peserta didik untukmenjadiseorang perawatyang profesional. Melalui model tersebut akan memberikankesempatan pendampingan dan bimbingan kepada peserta didik untuk dapat beradaptasi dengan baik terhadap situasi klinik dan  lingkunganklinik, terjadi transfer pengetahuan, sikap dan keterampilan preceptor kepada precepteenya terkait peran dan tugas seorang perawat,  mendapatkan role model, mendapatkan feedback pembelajaran klinik serta memberikan kesempatan pendelegasian kewenangan secara bertahap kepada peserta didik.

        Pembelajaran klinik preceptorship diharapkan dapat  mengurangi stress situasi klinik, meningkatkan kepercayaan diri peserta didik,  menampilkan prilaku profesional yang diharapkan oleh profesi keperawatan. Kekuatan dari preceptorship adalah mempersiapkan peserta didik untuk menjadi perawat profesional dan melindungi masyarakat dari pelayanan para praktisi pemula yang tidak berpengalaman. Dalamrangka meningkatkan penguasaandalammetode pembelajaranklinik khususnya preceptorship maka AIPNI regional VI bermaksud mengadakan “Pelatihan Preseptor Regional VI” yangakan dilaksanakan padatanggal 25 dan 26 Februari 2019Dalamrangka meningkatkan penguasaan pembelajaran klinik khususnya preceptorship maka AIPNI regiona lVI bermaksud mengadakan“Pelatihan Preceptorship bagi Dosen dan pembimbing klinik di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

f84dd802-205b-4d11-8f38-1eeeffabdd4f

Bangun Literasi Media di Era Milinea

 

be60453b-2b54-42be-8b27-abedc1acbd57

Zaman millenea dalam wacana Ronggo wasito disamakan dengan zaman kalabendu atau zaman Edan.  Banyak prilaku yang aneh-aneh, untuk memperoleh keseangan duniawi, sehingga lupa daratan dan lupa lautan.  Namun sebagai ning sing lali, luwih bagja wong eling kalawan waspada.

Memang orang yang mempu meningkatan tingkat “kemekan” bermedia berbeda dengan yang “buta” bermedia. Perbedaan itu terletak pada skill memperoteksi , memiliki daya,jelajah, aksestable, analisis, dan mengunggah pesan selektif dan cerdas. Singkatnya ” Tabayyun” ( QS alhujurat : 6 ). Kemampuan literasi media dapat diraih dengan mengikuti lima dalil-dalil umum sebagaimana difahmi masyarakat.

Pertama menanamkan niat kebajikan, karena media apapun tdk bebas nilai, Kedua, alat media dikonstruk untuk kemaslahatan, tdk untuk menarik perhatian, iseng dan tidak berlandaskan moral (maniak), ketiga , Disertai perasaan kemanusiaan.

Perasaan manusia umumnya sama senang terhadap yang positif dan tidak senang terhasap negatif. Maka bila berbohong hal yang negatif , solusinys tdk memperbanyak pesan bohong (hooks).

Keempat kesadaran atas hukum semesta ( sunnatullah). Kebaikan dibalas dg kebaikan dan kejahatan bertemu dengan pelakunya sendiri dan kelima meningkatkan skill sesuai dengan kebutuhan zamannya. Maka belajar tentang ilmu zaman dan budaya, bererti mempelajari ketrampilan yang benar dan efeknya membawa kemanfaatan untuk kenajuan taraf hidup mayarakatnya.