f84dd802-205b-4d11-8f38-1eeeffabdd4f

Bangun Literasi Media di Era Milinea

 

be60453b-2b54-42be-8b27-abedc1acbd57

Zaman millenea dalam wacana Ronggo wasito disamakan dengan zaman kalabendu atau zaman Edan.  Banyak prilaku yang aneh-aneh, untuk memperoleh keseangan duniawi, sehingga lupa daratan dan lupa lautan.  Namun sebagai ning sing lali, luwih bagja wong eling kalawan waspada.

Memang orang yang mempu meningkatan tingkat “kemekan” bermedia berbeda dengan yang “buta” bermedia. Perbedaan itu terletak pada skill memperoteksi , memiliki daya,jelajah, aksestable, analisis, dan mengunggah pesan selektif dan cerdas. Singkatnya ” Tabayyun” ( QS alhujurat : 6 ). Kemampuan literasi media dapat diraih dengan mengikuti lima dalil-dalil umum sebagaimana difahmi masyarakat.

Pertama menanamkan niat kebajikan, karena media apapun tdk bebas nilai, Kedua, alat media dikonstruk untuk kemaslahatan, tdk untuk menarik perhatian, iseng dan tidak berlandaskan moral (maniak), ketiga , Disertai perasaan kemanusiaan.

Perasaan manusia umumnya sama senang terhadap yang positif dan tidak senang terhasap negatif. Maka bila berbohong hal yang negatif , solusinys tdk memperbanyak pesan bohong (hooks).

Keempat kesadaran atas hukum semesta ( sunnatullah). Kebaikan dibalas dg kebaikan dan kejahatan bertemu dengan pelakunya sendiri dan kelima meningkatkan skill sesuai dengan kebutuhan zamannya. Maka belajar tentang ilmu zaman dan budaya, bererti mempelajari ketrampilan yang benar dan efeknya membawa kemanfaatan untuk kenajuan taraf hidup mayarakatnya.

Posted in Agenda, Berita, Pengumuman, Sambutan Rektor.