Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon Bersama Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah beserta Atase Pendidikan & Kebudayaan Indonesia di London MOU dengan 5 University di Kingdom United

2

Kerjasama ini disaksikan Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. DR. Lincolin Arsyad, MSc,. PhD,. Prof. DR. Edy Suardi Hamid dan Atase Pendidikan Prof. DR. Aminuddin Azis.

IMG-20171011-WA0032 Prof. DR. H. Khaerul Wahidin, M.Ag (Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon) Bersama Prof. Shirley Congdon  (Deputy Vice-Chancellor University of Bradford UK)

Conventry (12 September 2017) Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon melakukan MOU dengan 5 Perguruan tinggi di UK (Kingdom United) Inggris yaitu Oxford, Birmingham, Manchester, De Montfort dan Coventry

Pengembangan kerjasama penting dalam kerangka strategi global bagi Perguruan Tinggi, demikian Ungkap Prof. David dari Rektor Coventry sementara itu Prof. Gordan dari De Montfort mengungkapkan bahwa peran PT dalam kontalasi global dituntut melakukan sebagaimana mestinya secara professional agar ekpektasi studi mahasiswa tercapai.

Menjadi Top University memerlukan kerja sama dan kerja keras , dari pihak Universitas Muhammadiyah Cirebon mengharap peluang kerja sama berupa, Pendidikan M.Sc dan PhD dengan Beasiswa dapat direalisasikan, termasuk pendampingan Brain making Manajemen Consulting International setidaknya di kawasan ASIA Selatan dan Tenggara terdapat proyek-proyek yang sedang dikerjakan beberapa Perguran Tinggi tersebut, maka Universitas Muhammadiyah Cirebon dapat mengirim tenaga ekspertnya terutama bidang Kesehatan, Industri, Bisnis Investasi dan Pendidikan.

Pembelajaran di Perguruan Tinggi hendaknya terus dinamis mengikuti tuntutan zamannya, Stakholder-nya dan membawanya ke masa depan.

Masa depan yang penuh persaingan bukan hadapi dengan permusuhan tetapi harus dengan partnership karena sejatinya Perguruan Tinggi harus mengambil bagian dengan berbagai kebutuhan Masyarakat. Seperti Masyarakat Inggris setidaknya terdapat 800 an, setiap tahunnya pelajar berkunjung ke Baijing, demikian sebaliknya, pada saat ini masyarakat mengharapkan bantuan pemikiran tentang breksit bahwa Inggris perlu melepaskan dari United. Hal-hal tersebut menjadi perhatian walau tidak terlalu besar. Dan tugas terbesar Perguruan Tinggi adalah mengembangkan pembelajaran berbasis Problem Solving dalam bidang keahlian yang diikuti sihingga kelak Mahasiswanya menjadi pemikir sekaligus praktisi dan mampu mengatasi masalah-masalah global tanpa meninggalkan prinsip kemanusiaan.

Posted in Berita.