SONY DSC

Bonus Demografi dan peran Islam dalam peningkatan kesejahteraan Masyarakat

  1. Bonus demogafi merupakan kondisi masyarakat usia produktif lebih besar jumlahnya dibandingkan non produktif (0-15 dan usia diatas 64), pada tahun 2020- 2030 penduduk Indonesia 270 juta, dengan non produktif 60 jt.
  2. Kondisi tersebut berdampak positif bila SDM dapat dikelola dengan baik, yaitu terlahirnya generasi yang lratif, inovatif, dan produktif, serta integritas.
  3. Islam merupakan dinul hadlariyah, membawa masyarakat menjadikan asset bagi kemajuan bangsa.
  4. Dalam Islam hidup bukan sekedar eksis, tapi hidup adalah dipersembahkan kepada Yang Maha Hidup, maka aktivitas apapun termasuk aspek ekonomi, hanyalah untuk meninggikan syiar agama, sebagai bentuk pertanggungan jawab kepada Allah Swt, selaku wakil-Nya di muka bumi.
  5. Dalam Islam manusia bukan hanya homo ekonomik yang hanya mengejar kebendaan, tetapi juga homo Religio, maka dengan jumlah penduduk yang banyak dan dibingkai dengan niliai-nilai dasar kebajikan, maka mengelola SDM menemukan momentumnya , sehingga dapat mengelimir dampak negatif adanya bonus demografis tersebut.

Dikisahkan syahdan disebuah negeri ada seorang raja dzolim, yang menggap bahwa kekuasaan yang dipundaknya adalah pulung dari drinya semata, maka diperlakukanlh rakyatnya semena mena, yang melawan dihukum, yang patuh dibikin aman.

 

Hari-harinya hanya melakukan pencitraan, yang tidak lain tipu-menipu, bekingnya adalah tukang sihir yang dibelakangnya tidak lain adalah syaitan, sampai pada suatu saat datang pemuda bernama Gulam yang menganut ajaran Tauhid, maka 70 ribu rakyat bragama tauhid.

Betapa marahnya raja karena rakyat tidak percaya lagi kepada rajanya, kemarahan itulah yang membuat raja semakin represif dengan membuat parit yang besar dan didalam parit dibuat api unggun dari kayu bakar, maka 70 rb rakyatnya dimasukkan kedalam parit. Tersisa seorang wanita dg 4 anaknya, dia menangis dan berbicara kepada anak-anaknya. Dalam keteguhannya sang ibu berdoa agar anak-anaknya selamat. Maka kekuatan tauhidnya dapat mengatasi kesulitan yang sebesar apapun.

 

Qutila ashabul uhdud (Al-Buruj) celakalah pembuat parit (raja yaman), mereka yang menyakiti orang-orang beriman mendapt adzab yang besar, sedang mereka yang kuat imannya tidak takut kepada raja dzolim, pasti diselamatkan.

Disampaikan dalam Semiloka Nasional Kaderisasi Muhammadiyah

Prof. DR. H. Khaerul Wahidin, M.Ag

Sabtu, 26 April 2019 di CH UMC

Posted in Agenda, Berita, Pengumuman, Sambutan Rektor.