IMG_9692

Universitas Muhammadiyah Cirebon Rencanaka Pembangunan Taman Literasi Muhammadiyah

IMG_20181111_173426_1

Bersama : – DR. H. Haedar Nashir (Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah) – Prof. DR. H. Khaerul Wahidin (Rektor UMC) – Mahasantri UMC

 

Kreativitas dan inovasi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Cirebon terus bergulir, tidak hanya dalam pemunculan strategi pembelajaran baru, dan model-model pembelajaran atraktif, seperti memadukan metode tahfidz dengan bahasa Inggris agar mahasiswa meningkat ketrampilan spiritualitas dan akademisnya yang pada ujungnya menjadi model untuk menebar kebaikan bagi kemanusiaan.

Kini Universitas Muhammadiyah Cirebon mengembangkan inovasi baru, mendekatkan masyarakat akademis pra-perguruan tinggi dengan aktualitas dinamika keilmuan mahasiswa dalam sebuah konsep “Taman Literasi Muhammadiyah” sebagai arena wisata edukasi yang dapat menambah energi siswa maupun mahasiswa bereksperimentasi mewujudkan kemajuan bangsa.

Kemajuan bangsa akan dicapai bilamana warganya menguasai literasi data, literasi teknologi informatika dan terutama literasi manusia.

Dengan demikian kemampuan literasi memungkinkan suatu bangsa lebih berperadaban.

IMG_0001

Bersama : Prof. Dr. H. Khaerul Wahidin, M.Ag (Rektor UMC) DR. M Hasbi, M.Pd (Direktud PAUDNI Mendikbud RI)

Mendidik Anak Usia Dini Antara Untuk Berkolaborasi Atau Berkompetisi

2

Semua orang tahu dan semua orang faham bahwa anak adalah amanat dan titipan Allah SWT, sebagai rahmat dan qurota a’yunin bahkan serpihan dari cinta Tuhan dalam diri manusia, makanya anak wajib dididik sesuai dengan kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

Bila melihat alam semesta yang sedemikian indah-menawan serta serasi-harmonis, maka sejatinya yang Tuhan inginkan dalam mendidik anak untuk mampu berkolaborasi.

Pertanyaan  utama yang akan dijawab dalam diskusi ini, sudahkah kita mendidik anak usia dini dengan senyum penuh kasih dan mengajaknya mereka berkolaborasi?.

Mendidik adalah mengubah mainset (otak) yang tiada lain otak manusia itu berisi potensi untuk selalu terbarukan (Neo Cortex) sebagai emosi besar, otak anak kecil sama saja dengan otak dewasa;  ada imajinasi, cita-cita, nilai, moral dan agama. Dalam filsafat agama disebut masyiah (hasrat) dan irodah (daya), tugas guru adalah potensi atau emosi besar itu, supaya aktus dalam bingkai hidayah Tuhan dari sejak dalam kandungan sampai kematian. Itulah sebabnya dalam Islam pendidikan itu dari mulai buaian sampai kematian, yaitu mencapai khusnul khotimah.

Orientasi mendidik ala Indonesia telah terjebak dan berputar-putar dalam lokus administrasi yang berujung pada akreditasi, maka muncullah prilaku-prilaku homo-homoni-lupus yaitu manusia adalah srigala bagi manusia (Thomas Hobes), bukan lagi sebagai homo sapien yaitu manusia bernaluri manusia dalam hal ini untuk bisa bertahan hidup manusia harus berkolaborasi, sementara lupus berhasrat untuk berkompetisi (Darwin).

Maka pemandu arah pendidikan sebenarnya adalah guru, mereka adalah kunci pembuka peradaban. Untuk itu mereka harus dilatih dengan benar, mereka wajib tahu apa namanya habit forming product, dan juga wajib tahu tentang uswatun hasanah dan mengetahui metodologi praktis mendidik anak.

Kalau guru harus berada bersama siswa 8 jam sehari, belumlah cukup untuk mengantarkan karakter kolaboratif jika keberadaan guru seharian itu hanya konten tidak disertai kreatif dan inovatif, dengan begitu pantaslah guru sebagai warosatul anbiya karena meneruskan risalah untuk menyempurnakan akhlak manusia.

a582d3e5-a365-42e3-abc7-7a3c9991f4a1

Mencerahkan, Mencerdaskan Dan Mensejahterakan Bangsa Dalam Bingkai Tuntunan Al-Qur’an

“Surat Al-Maidah (5) Ayat 16”

“Berdasarkan Al-Qur’an, Allah memberi petunjuk orang-orang yang mengikuti keridlaan-Nya ke jalan keselamatan dan Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang seizin-Nya dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus”.

05f4dc13-b3f8-4fc0-a519-86f8c4dab327sdrg

         Dalam Tafsir al-Karim al-Rahman, Syekh Abdurahman Nashir, menjelaskan inti dari Allah menurunkan Al-Qur’an adalah menghilangkan kedunguan dan kebiadaban manusia (Qod ja’akum minallahi nurun wa kitabun mubin).

                  Perguruan Tinggi (lembaga pendidikan) apapun namanya dan bagaimanapun jenis dan tingkatannya berfungsi salah satunya adalah mentransformasikan ilmu dan mengamalkan ilmu dan hakekat dari ilmu itu sendiri adalah nilai-nilai moral (keadaban), semakin manusia berilmu, maka semakin beradab, dan bersamaan dengan itu, semakin islamitis seseorang, semakin berkeadaban.

               Itulah sebabnya Muhamad Abduh ketika berkunjung ke Paris dia mengatakan bahwa : “Disini aku tidak menemukan saudara-saudaraku yang muslim, tapi disini aku melihat Islam, sebaliknya ketika aku berada di Mesir melihat banyak saudara-saudaraku muslim tetapi aku tidak melihat Islam. Parameter keilmuan dan keislaman adalah kultur keadaban, maka dapat dipastikan bahwa sekolah atau kampus yang maju dan kampus yang menang di dalamnya hanyalah terdapat orang-orang yang beradab, atau setidak-tidaknya disitu terdapat orang-orang yang berhati baik (Qosduhu hasanan).

                                   Bangsa yang beradab adalah bangsa yang menang dan bangsa yang maju, seperti Selandia Baru tidak ada penjara KPK, tetapi juga tidak ada penjahat-penjahat negara, caranya adalah mendidik moral bangsanya sejak mereka di TK sampai perguruan tinggi. Inilah yang menjadi inti dari keselamatan  bangsa menurut Ahmad Syauqi Bey bahwa keselamatan suatu bangsa terletak pada akhlaknya, begitu hilang akhlak, maka sirnalah bangsa tersebut, namun jika akhlaknya kuat, pasti bangsa tersebut  menjadi kuat. Demikian pula sekolah atau perguruan tinggi.

                           Dalam konteks KKL mahasiswa untuk berkunjung ke lembaga-lembaga pendidikan yang utama adalah melihat mereka bagaimana pendidikan karakternya, bagaimana kultur akademiknya, bagaimana kepala sekolah dan guru memberi keteladanan tentang karakter dan yang paling penting adalah bagaimana prilaku mahasiswa atau sasarannya, jika memiliki karakter yang kuat pasti sekolah itu menjadi kuat.

                           Dalam sejarah negara-negara Islam sejak zaman Nabi, Khulafaur rasyidin, zaman keemasan Umayah dan Abbasiyah kita melihat sosok-sosok pemimpin dari mulai Nabi Muhammad SAW, Khulafaur Rasyidin, Umar bin Abdul Azis, Harun Arrasyid, mereka mengutamakan moralitas  daripada lain-lainnya. Umar bin Abdul Azis misalnya pernah berkata  : “Tahukah kamu bangsa yang dungu, nah saya kabarkan kepadamu tentang manusia paling dungu di dunia ini yaitu orang yang meninggalkan moral dan mengejar harta dan kuasa, dan lebih dungu lagi bila hanya memperkaya orang lain sementara dirinya tidak mendapatkan apa-apa kecuali kesialan semata-mata.

                         Maka marilah kita belajar dan kuliah tiada lain untuk menghilangkan kedunguan dan kemiskinan. (Wallahu a’lam)

1

Short Course Dosen Universitas Muhammadiyah Cirebon ke Amerika

6

 

   Bagi saya, bisa mengukir nama Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) di kancah international, dalam konteks program Short Course luar negeri (LN), merupakan suatu kebanggaan yang tiada tara.
Bagaimana tidak, setidaknya program ini sudah berjalan beberapa tahun terakhir, adapun untuk program Short Course bidang Spiritual Pedagogy itu tahun kedua, baru tahun/kali ini UMC bisa berkesempatan mengikutinya. Program Short Course merupakan program tahunan yang diinisiasi oleh Direktorat Sumber Daya Iptek Dikti Kementrian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) bertujuan untuk meng update isu terkini, meningkatkan wawasan dan mendakan jejaring international. Peserta dari progam ini adalah seluruh dosen di lingkungan Kemenristekdikti Republik Indonesia baik dari perguruan tinggi negeri maupun swasta dengan syarat sudah ber NIDN, memiliki jabatan fungsional, berbadan sehat, memiliki sertifikat TOEFL/IELTS & TOAFL, serta memiliki izin pimpinan. Apakah mungkin seorang dosen swasta di daerah bisa mengikutinya? Untuk menjawab itulah, saya buat tulisan tentang “Short Course dosen UMC ke Amerika.” Keberangkatan saya ke USA ini adalah kali ketiganya mengikuti kegiatan formal dari pemerintah, sebelumnya pelatihan di IPG Kuala Lumpur & Turkey, serta pelatihan di Technogoly University of Tampere Helsinki Finlandia, dan sekarang pendidikan pendek (Short Course) via Hongkong di University of California, Riverside USA.

2

      Bagi dosen swasta di daerah, sudah bisa berangkat ke USA saja sudah luar biasa, why? Untuk menjawabnya, saya kisahkan tahap demi tahap, semoga pada tiap tahapannya dapat mengandung unsur pengalaman dan pembelajaran yang syarat makna bagi semua.
Tahap seleksi, bahwa program ini bernama Short Course LN bidang Spiritual Pedagogy. Dilihat dari bidangnya, tentu hanya sedikit saja dari para akademisi yang sesuai dengan bidang ini, ditambah lagi bidang ini mensyaratkan level doktoral. Jadilah hanya 29 orang dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia yang melamar program. Pelamar yang berjumlah hitungan jari ini harus melewati proses seleksi berkas online, pada tahap ini hanya 12 orang yang dinyatakan lulus berkas. Tidak behenti di situ, tahap berikutnya yang harus dilalui peserta adalah seleksi wawancara. Dari seleksi ini keluarlah 7 nama yang lolos di web Direktorat SDM dan Karir Kemenristekdikti. Setelah dilihat, Alhamdulillah nama saya ada di dalam list dari 7 nama tersebut. Tahap pengurusan Visa J-1, untuk kisah ini, saya sengaja mengutip tulisan kawan bernama Dr. Rika Astari; “Sekedar untuk berbagi pengalaman pelaksanaan program ini, ada baiknya kami sampaikan proses mendapatkan Visa J1 dari Kedubes Amerika Serikat. Adapun mengurus administrasi untuk mendapat visa J1 ini bermula dari pengisian Bioform U1501- 5 UCR yang kami kirim tanggal 5 Oktober 2018. Pada 18 Oktober, kami baru menerima surat appontment as visiting scholar, dilanjutkan mengisi isconline dengan membayar $500. Berikutnya, proses mendapatkan DS 2019. Kemudian DS 2019 ini ditandatangani tanggal 1 November 2019 di UCR. DS 2019 asli diperlukan untuk mendaftar dan dibawa saat wawancara visa di Kedubes Amerika. Sekitar 1 minggu kemudian, DS 2019 pun tiba di alamat masing-masing peserta melalui FedEx dari UCR. Pihak travel membantu dalam pendaftaran untuk mendapat jadwal wawancara visa. Tangggal 13 November, dari 6 peserta yang mengikuti wawancara di kedubes Amerika yang mendapat kartu putih (kartu putih = lolos, hijau = kekurangan berkas, kuning = peninjauan berkas kembali) secara mulus hanya Dr. Abdul Karim dan lainnya Dr. Choirul Mahfud sekalipun ia sempat terkendala sedikit di foto, baru menyusul 2 orang berikutnya setelah memperbaiki berbagai persyaratan.

3

 Dikarenakan sudah mendekati masa akhir perkuliahan di UCR, maka Rabu, 21 November 2018, dengan 4 orang peserta (Dr. Abdul Karim, Dr. Rika Astari, Dr. Choirul Mahfud, dan Firdaus Wajdi, PhD) diberangkatkan terlebih dulu menuju California dengan rute Penerbangan Jakarta-Hongkong dan Hongkong-Los Angles. Sedangkan 2 peserta lagi (Dr. Ika yunia Fauzia dan Dr. Nur Chanifah) menyusul dan tiba
di California pada 25 November 2018. Tapi, kami sangat sedih sekali karena 1 orang peserta dari UPI dan dosen pembimbing bidang Spiritual Pedagogy tidak berhasil mendapatkan visa sehingga tidak bisa berangkat ke USA” Dari kisah seleksi visa Amerika ini ada beberapa hal yang ingin disampaikan, siapkan berkas selengkap mungkin sesuai dengan persyaratan keduataan, bersikaplah santai ketika wawancara, serta memiliki pengalaman ke luar negeri sebelumnya, dan yang penting tidak benar bahwa nama Islamy, almamater islamy tidak bakal mendapat visa Amerika, selama semua syarat terpenuhi. “Sujud syukur” saya lakukan untuk mendapatkan visa dan bisa berangkat ke USA… Selain karena susahnya mengurus visa di kedubes USA, juga karena negara adidaya ini begitu berkesannya bagi semua orang di dunia, sehingga segala hal berasala dari Amerika sering menjadi standar bagi negara lain. Tahap Perkuliahan; saya ikut seat in di University of California, Riverside USA, salah satu kampus terbaik di Amerika bahkan dunia, di prodi middle east and religious studies. Suasana di kampus ini sangat kompetitif. Tidak ada satu mahasiswa pun yang terlihat santai, hampir semuanya belajar keras. Saya memahami bahwa jenis kelas di UCR ini terbagi ke dalam dua kelas yaitu Upper Deviation (UD) dan Lower Deviation (LD). Di kelas UD, jumlah mahasiswa sekitar 160 orang di ruangan yang sangat besar untuk mempelajari materi kuliah umum dan dasar. Di jenis kelas ini, saya belum menemukan makalah mahasiswa yang ada hanya ceramah dosen dan diskusi selama 1 jam. Susana kelas cukup kondusif dengan tingkat disiplin kehadiran cukup tinggi. Akan tetapi, ada hal menarik yang membuat tercengang yaitu dosen memberikan clicker question kepada mahasiswa di tengah ceramahnya atau sekitar ceramah untuk 3 slide. Kemudian, mahasiswa menjawab dengan meng klik pilihan atau tombol, A, B, C, atau D, jika pertanyaannya pilihan ganda. Jawaban mahasiswa akan muncul di monitor besar di depan kelas, baik prosentasi jawaban maupun ulasannya, subhanallah… Selain itu, tingkat disiplin mahasiswanya menghadiri perkuliahan juga cukup tinggi terlihat dari penuhnya bangku kuliah, banyaknya jawaban clicker question. Tidak hanya itu, disiplin tepat waktu baik masuk maupun keluar dari ruang kuliah. Terutama disiplin waktu keluar kelas yang membuat saya terkagum-kagum, mahasiswa akan otomatis keluar jika perkuliahan sudah berjalan 1 jam, amazing. Tahap kehidupan di USA; Betul apa kata orang, hidup di Amerika itu sangat hard. Selain ekstrim cuacanya, juga keras gaya hidupnya. Salah satu kunci untuk bisa bertahan hidup di USA adalah bahasa, terutama bahasa Inggris. Sekalipun itu tidak cukup, karena USA adalah negara imigran, hampir semua bahasa dunia ada di Amerika. Maka bahasa lain yang harus dimiliki adalah bahasa Arab, syukur-syukur bisa bahasa EROPA; Prancis dan Jerman. Kunci bertahan hidup kedua adalah skill dan kompentensi. Dan kunci lainya adalah wawasan dan pengetahuan. Ada beberapa nilai-nilai kehidupan USA yang ingin saya share yaitu bahwa kegiatan keagamaan harus ditangani oleh orang bersertifikat; seperti memotong hewan Qurban. Hidup bebas yang penting tahu hukum dan batas. Pertanyaan personal (privacy) tidak dibolehkan seperti pertanyaan tentang seks, agama, dan politik. Pernikahan sangat tergantung dalam kontrak keduanya, misal dalam kontrak seorang suami boleh jaga rumah dan tidak kerja, maka ada istilah House husband. Ada aturan “No smoke no joke.” Bagi student untuk membeli alkohol itu harus pakai ID dengan aidigium “minumlah dengan tanggungjawab.” Gunakan common sense untuk acuan berperilaku; contoh pornografi tidak boleh child pornography. Seks tidak boleh memaksa dan tidak boleh melakukan pelecehan. Orang Amerika sangat konsen dan butuh dengan space (jarak), alias tidak suka berdesak-desakan. UMC (1)

          Serta, tidak boleh mengulang permohonan, jika sudah menolak, tidak boleh ditarik lagi. Masih ada banyak tahapan lainnya, tidak cukup diceritakan di ruang ini, intinya lolosnya saya sebagai dosen UMC ikut seleksi program Short Course LN ke USA ini merupakan anugerah dari Allah SWT yang telah mendengar doa Ibu saya yang sedang sakit, serta do’a semua civitas akademika UMC, untuk itu saya ucapkan syukur Alhamdulillah dan tidak lupa terima kasih yang tak terhingga kepada Prof. Dr. Khaerul Wahidin, MAg selaku Rektor UMC, ibu WR 2, WR 1 dan WR 3, Dekan FKIP dan ibu prodi PGSD serta seluruh dosen dan mahasiswa. Saya doakan semoga kelak dosen UMC ada yang bisa menyusul mengikuti program tahunan ini, aamiin.

California, Desember 2018
Dr. Abdul Karim DS

IMG_0014-002

BROSUR PENERIMAAN MAHASISWA BARU UMC (UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON)

IMG_0014-002

IMG_0014-001

          Kemajuan zaman ditentukan oleh anak zaman yang memiliki peradaban. Universitas Muhammadiyah Cirebon mendidik dengan semangat zaman yang tiada henti mengalami perubahan.

           Spirit Universitas Muhammadiyah Cirebon tidak pernah lekang dan lapuk dalam lintas zaman yaitu menganut amanah dengan niat pengabdian namun tetap profesional, sehingga terlihat hasilnya berupa kepercayaan public, untuk studi semakin besar dengan pilihan prodi-prodi unggulan menjadi pilihan.

          Perkuliahan di Universitas Muhammadiyah Cirebon menganut 4 pilar utama Learning to know, learnin, to do, learning to be,, learning to life together.

        Pembentukan karakter adalah hasil utama agar mahasiswa berilsam dengan benar sesuai semangat dan jiwa Al-Qur’an dan As-Sunah, maka komitmen terhadap Islam sebagai agama kasih sayang (Dinul Rahmah.), agama penuh kedamaian (diunul salamah), agama penuh kemudahan (dinulteaser), agama kemajuan (dinul hadhariyah), agama kerja fisik dan hati (al-mal al jasmaniyah wal qalbiyah), meniscayakan lulusan Universitas Muhammadiyah Cirebon menjadi sarjana yang mampu menghasilkan produk-produk kebajikan dan menebar kemaslahatan bagi umat dan bangsa.

dfhrsdtraerfg

Gerak Dakwah Universitas Muhamamdiyah Cirebon

sdrgherg

 

Bersama :

Pengurus Cabang Muhammadiyah dan Pengurus Ranting Muhammadiyah

Melalui Subuh Berjama’ah dan Kuliah Dhuha

Periode 2018

 

  1. Jadwal Kegiatan

 

No. Tempat Waktu Alamat PCM
1. Masjid Al-Ittihad Ahad II dan IV Shubuh

Ahad I dan III Pengajian Ba’da Maghrib

PCM Kedawung
2. Gedung Dakwah Ahad Pagi (Dhuha) ke V PCM Kesambi
3. Masjid Jami’ Lemah Abang Rabu malam Minggu ke IV PCM Lemah Abang
4. Masjid Besar An-Nur Ahad I dan III Subuh berjamaah PCM Talun
5. Pesantren Santun Kajian Islam ba’da Maghrib Kamis malam PCM Kejaksan
6. Masjid Hj. Qoni’ah Muhadloroh Selasa malam rutin PRM Wanasaba Kec. Talun
7. Masjid Al-Baredi Kuliah Dhuha PRM Watubelah

 

Kegiatan tersebut disamping bermakna silaturahmi juga mengisi kerohanian warga Persyarikatan, mensosialisasikan UMC dan pada kesempatan-kesempatan khusus diisi penceramah dari luar seperti dari PWM, PP Muhammadiyah dan para tokoh serta da’i dari Jakarta ataupun Yogyakarta.

 

  1. Deskripsi Materi Kajian

 

No. Materi Deskripsi
1. Tema-tema umum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat berkenaan dengan Islam berkemajuan, dan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin (Kapita Selekta Kajian Islam) a.    Pentingnya persatuan dan kebersamaan

(Bahwa negara yang maju dan masyarakat yang berkemajuan membutuhkan ukhuwah sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan Sunnah).

b.    Islam dan perempuan

(Kesetaraan laki-laki dan perempuan tidak berarti kesamaan dan kewajiban-kewajiban domestik dan publik serta tanggung jawab sosial, perlunya pemahaman tentang kesetaraan dan keharmonisan.

c.    Islam dan Kesehatan

(Bahwa al-Qur’an sebagai Syifaun perlu didalami dengan benar sehingga umat Islam menjadi umat yang sehat).

d.   Islam dan Kebencanaan

(Kajian ini penting untuk menjadikan warga Persyarikatan berlomba-lomba dalam kebaikan dan menolong sesamanya melalui wadah-wadah yang ada).

2. Kajian khusus terkait dengan aqidah, ibadah dan akhlak a.    Aqidah

(Faham tentang tauhid, menghindari TBC, pembahasan keimanan perspektif tarjih)

b.    Fiqih wudhu, sholat, puasa, zakat dan haji (Meneguhkan pemahaman tentang ibadah yang benar berefek terhadap kepastian dan kekhususan yang pada ujungnya dibahas tentang aspek-aspek therapy dari amaliyah ubudiyah, fungsi wudhu dan lain-lain dalam terapi mental.

c.    Fiqih Kontemporer tentang idiopolisosbud (Kajian ini dibahas melalui muhadloroh untuk memperoleh solusi terkait masailul fiqhiyah dalam aspek-aspek politik, sosial, ekonomi, seni dan budaya).

d.   Kajian Akhlak

(Mencakup tajdid, islah jihad dan aspek-aspeknya untuk membangun kepribadian bermuhammadiyah).

 

  1. Respons Jama’ah

Pengembangan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar, diperlukan model-model transformasi  ide, gagasan dan pemahaman dalam bingkai idiologi  bermuhammadiyah semestinya dilakukan dengan kreatif dan inovatif sehingga tak terkesan mengulang-ulang dan stagnan yang dapat menimbulkan kejenuhan.

Oleh karena itu, perlu diciptakan model-model dakwah yang menggembirakan dengan diselingi, sarapan pagi bersama, coffee morning, outbond dan rekreatif untuk lebih mendekatkan sesama kebatinan antar jama’ah.

Potensi jama’ah yang beragam sejatinya merupakan asset Muhammadiyah dalam mengembangkan dan mensukseskan berbagai amaliyah dan usaha Muhammadiyah.

 

  1. Solusi dan Tindak Lanjut

Universitas Muhammadiyah Cirebon disamping memiliki fungsi akademik, dan kajian penelitian  dan pengembangan secara excellences sebagai modal usaha yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan kemasyarakatan dan keumatan melalui dakwah sosial serta amar ma’ruf nahi munkar, memiliki obsesi untuk mengambangkan model dakwah yang lebih atraktif, menggembirakan dan menggairahkan.

Atas harapan dan respons masyarakat (jama’ah) pada tahun 2019/2020 mengembangkan model-model dakwah sebagai berikut :

 

No. Lokus Deskripsi Pengembangan
1. Masjid dan Gedung Dakwah Melengkapi infra struktur agar masjid dan gedung dakwah lebih nyaman dijadikan tempat pengajian (AC, dll).
2. Membangun Taman Literasi Muhammadiyah Di atas tanah seluas 1 ha di kampus II dibangun taman literasi yang dilengkapi perpustakaan taman, area bermain, kantin, kolam renang dan sarana rekreasi / olahraga dan outdoor pengajian.
3. Membangun Anjungan Dakwah Muhammadiyah di pinggir pantai disertai rekreasi kolam pancing Di atas tanah 2 ha, yang sekarang tempat budidaya udang didesain sebagai dakwah rekreatif berbasis keindahan laut.
4. Dakwah berbasis senam kesehatan bersama RSU-UMC Saat ini digemari pengembangan pasar tradisional dan senam massal yang diisi dengan pembinaan hati.
IMG_20190112_084105_1

Pembinaan Dosen bersama Rektor dan Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Cirebon

IMG_20190112_094512

 

        Pembinaan dosen dalam konteks Al-Qur’an surat Al Maidah ayat 8 di maksudkan untuk terciptanya 5 kondisi ideal dosen dan pegawai

  1. Agar bekerja Cermat, Jujur, Disiplin dan Ikhlas
  2. Agar menyebarkan ilmu bukan bersumber dari Hoak, tetapi sebagai kesaksian yang benar dari sumber otoritatif
  3. Menjauhkan kebencian kepada siapapun sehingga lembaganya terpelihara dengan baik, bukan karena benci kepada seseorang dirusak rumahnya sendiri, Srigala yang terkenal buas tidak akan merusak rumahnya, jadi jika tega merusak rumahnya sendiri maka lebih buas dari srigala
  4.  Berlaku adil untuk menuju martabat Universitas
  5. Meyakini pekerjaan yang baik atau buruk dilihat dan dinilai serta dibalas setimpal disisi Allah SWT.

IMG_20190112_112137

   Sementara itu, Rektor menambahkan dari sisi performance Universitas Muhammadiyah Cirebon, pembinaan dimaksudan.
1. Agar Sumber Daya Manusia Universitas Muhammadiyah Cirebon semakin unggul
2. Lembaga Universitas Muhammadiyah Cirebon semakin kredibel
3. Layanan kepada Mahasiswa semakin prima
4. Kinerja Litbang dan pengabdian semakin produktif
5. Tersemangati oleh karya-karya Inovatif.
Dari Badan Pembina Harian menekankan agar dosen mampu kerja koperatif, mengikuti standar-standar yang ditetapkn agar menjadi sukses. Secara menejenen kesuksesan berdampak kepada hilangnya stres, percepatan penuaan dan hidupnya lebih menggairahkan, maka wijib untuk berkinerja baik.

                 Dr Zulkarnaen dan Dr. Abd karim, memberikan inspirasi agar warga Universitas Muhammadiyah Cirebon mampu berta’awun untuk Negeri, dan tidak malu mengikuti Negeri maju seperti Amerika, mereka adalah bangsa yang menghargai Ilmu, dengan menghormati melalui mendengarkan Ilmu dari para Dosen.

376

Peresmian BI Corner Universitas Muhammadiyah Cirebon

9578

            Universitas Muhammadiyah Cirebon menandatangani MoU dengan Pimpinan Bank Indonesia (Cirebon), dalam menyepakati kerjasama Bidang Penelitian dan Pelatihan, utamanya dalam saling mendukung Program mendidik Bangsa dalam Literasi235

Prof. Dr. H. Khaerul Wahidin, M.Ag menyampaikan kegembiraannya selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon, atas bantuan Bank Indonesia Corner, disampimg buku-buku utamanya tentang Ekonomi, juga Komputer dalam bentuk data Online mengenai Perbankan dan Finansial, karena dengan demikian tugas Universitas Muhammadiyah Cirebon untuk Mencerahkan, Mencerdaskan dan Mensejahterakan Mahasiswa, terbantu melalui Literasi manusia dan data.

5468

                       Sementara itu, Kepala  Bank Indonesia (Cirebon) mengharapkan agar falitas ini dirawat dan dikelola dengan baik. Dan M Abd Majid, selaku Pimpinan Bank Indonesia mengharapkan agar mahasiswa rajin membaca, karena tidak akan ada kesuksesan Studi kecuali dengan membaca.

????????????????????????????????????

Sambutan Rektor UMC dalam Seminar Kebudayaan Intelektual PTM se Indonesia

MEMAHAMI PERAN KEKAYAAN INTELEKTUAL

BAGI KEMAJUAN PERGURUAN TINGGI MUHAMMADIYAH

(Catatan Perjalanan Studi Banding Intellectual Property di Korea Selatan)

20 Desember 2016 – 03 Januari 2017

????????????????????????????????????

  1. Pendahuluan

Korea Selatan salah satu negara yang termasuk anggota WIPO yang merupakan Badan Khusus PBB yang berkedudukan di Jenewa – Swiss, Vatikan.

Di Korea Selatan sendiri terdapat KIPO yang merupakan badan (institusi) yang memberikan police/desain program garis besar yang dijalani oleh badan-badan di bawahnya seperti : KIPA, KISTA, dan lain-lain, selaku eksekutor yang tujuannya adalah membranding produk-produk unggulan Korea Selatan.

Kehadiran KIPO atau semacam HAKI di Indonesianya sangatlah penting dalam memberikan perlindungan terhadap hasil karya intelektual produk-produk unggulan, dan lain-lain, dari pembajakan, peniruan dan barang-barang imitasi yang merugikan.

Dalam KUHP sudah ditegaskan pasal 1365 bahwa : “Tiap perbuatan melanggar hukum yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut”.

Hak kekayaan intelektual tidak hanya memberikan keuntungan kepada institusi, tetapi juga negara dan individu. Oleh karena itu, di Korea Selatan terdapat lembaga yang mengurus hal ini mendapat perhatian serius dari pemerintah dengan  cara mengajak perguruan tinggi sebagai mitra andalannya.

Adanya kepercayaan terhadap perguruan tinggi disebabkan karena perguruan tinggi itu sendiri memiliki spirit inovasi, progressive, competitive and advanced capacity. Oleh karena itu, perguruan tinggi diharapkan memiliki ide-ide besar untuk merubah negerinya. Orientasinya Hubbul Wathon, bukan Hubbul Maal, ini penting sebagai pijakan awal.

Perguruan tinggi dituntut untuk mewujudkan mimpi-mimpi besar bagi kejayaan negeri, di negara manapun perguruan tinggi mempunyai peran penting terhadap upaya-upaya mendorong berkemajuan. Tanpa keterlibatan perguruan tinggi, tidak dapat diharapkan maksimal terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Masalahnya adalah bagaimana perguruan tinggi mengambil peran yang besar dalam mendrive program-program kekayaan intelektual bagi menghasilkan pembiayaan dan memberikan nilai tambah finansial.

 

  1. Pengalaman Hanyang University

Hanyang University salah satu universitas di Korea Selatan dengan memiliki motto “To the World for Future”, dipandang sebagai Entrepreneurship University terbesar di Korea. Ia memiliki kerjasama R&D dengan perusahaan-perusahaan besar di Korea seperti LG, Hyundai, dll. Dari berbagai perusahaan yang diajak bermitra tersebut, memberikan banyak anggaran untuk kemajuan kampusnya.

Sebagai sebuah perguruan tinggi dengan kerja R&D ini juga memiliki hak paten dalam beberapa layanan kesehatan yang diaplikasikan melalui kerjasama dengan beberapa rumah sakit, sehingga didapat pula royalti  dalam memasarkan produk-produk penelitiannya. Hal ini tidak akan terjadi bilamana para dosennya tidak menempatkan riset dalam kedudukan yang penting.

Pada bagian lain perguruan tinggi dapat melakukan transfer teknologi melalui program-program training khusus yang didatangi oleh para pelajar/dosen dari manca negara, dan hal yang menarik adalah perguruan tinggi melakukan sharing holding company dalam bidang industri strategis dengan minimum mendapatkan bagian 21%.

 

  1. Catatan Akhir

Perguruan Tinggi Muhammadiyah dapat melakukan hal-hal yang positif untuk mendapatkan nilai tambah dari usaha akademik dan bisnis, bilamana terus berupaya membangun spirit keagamaan dan kebangsaan, memiliki solidaritas terbuka (open solidarity) dan dalam berorganisasi memiliki motto  “One Visi and One Program”, dan yang tidak kalah pentingnya ketika proyeksi sudah dimulai bertekadlah untuk menjadikan pelanggan sebagai raja (Costumer is the First).

Tiada suatu usaha tanpa berproses, tapi yakinlah bahwa permulaan adalah kapital, bagian kepercayaan, pastikan yang dilakukan ada kontribusinya. Walaupun sedikit dan pada akhirnya menjadi mapan dan establish, juga kepercayaan dan kesempatan yang diberikan jangan disia-siakan, anda pasti sukses dan selamat.

????????????????????????????????????