IMG-20180310-WA0021

Gagasan Rekonstruksi Aik Pada Program Konsentrasi S2/S Pendidikan Agama Islam Di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

  1. Pendahuluan

   Bahwa Mata Kuliah AIK sebagai IKON PTM, disepakati dalam bingkai 4 pilar Perguruan Tinggi Muhamamdiyah, seiring dengan tuntutan kebutuhan Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang rata-rata telah mengalokasikan 8 SKS bahkan lebih pada masing-masing Perguruan Tinggi Muhammadiyah dengan karakteristiknya, sudah tentu memerlukan SDM yang memenuhi kompetensi pendidikan pada perguruan tinggi.

   Pada sisi lain, PTAI pada umumnya juga memiliki program andalan yaitu mengupayakan tiada henti dalam integrasi Keislaman dengan ilmu pengetahuan pada umumnya dan pada sisi kebangsaan diperlukan pandangan-pandangan tentang Islam wasyathiyah yang menjadi subtansi gerakan Muhammadiyah yang mengusung paham Keislaman dan ke Indonesiaan bagi terwujudnya kemaslahatan sebesar-besarnya bagi rakyat dan umat.

  Dengan demikian, dalam kaitan ini tulisan singkat dimaksudkan menjawab, 2 (dua) tema utama bagaimana rekonstruksi AIK dalam relevansinya dengan ilmu dan sekaligus bagi kebangsaan yang menjadi kajian utama konsentrasi AIK pada S2/S3 Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

  1. Integrasi AIK dengan IPTEK

  Seperti dimaklumi bersama bahwa Perguruan Tinggi Muhamadiyah identik dan PTN dalam pengembangan IPTEK, ilmu-ilmu yang dikembangkan di PTN juga dikembangkan di Perguruan Tinggi Muhamadiyah, mungkin berbeda terletak pada status penyelenggaraannya yang satu di selenggarakan pemerintah dan satunya diselenggarakan swasta (masyarakat).

  Adanya keragaman dalam kajian keilmuan, maka AIK yang diajarkan kepada para mahasiswa dibahasnya juga islam beragam sesuai dengan disiplin ilmu yang ditekuni mahasiswa.

  Prinsip AIK sejatinya memberikan wawasan tentang Al-Islam sebagai Al-Din yang mengandung nilai-nilai scientific dengan nilai-nilai etika ilmuan dalam berbagai disiplin ilmu, maka filosopi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sekaligus sejarah intelektual muslim dunia menjadi bahan kajian dalam pengembangan AIK sebagai kontens kurikulum konsentrasi S2/S3 AIK.

  Pada sisi lain, kemajuan mengembangkan AIK dalam perspektif ortodiksi Islam juga unsur penting agar Dosen pengampu AIK mampu mengakses narasi ilmuan dan intelektual muslim dari bahan-bahan berbahasa Arab atau bahasa asing lainnya seperti bahasa Inggris, Persia dan India dan termasuk Mandarin, agar mahasiswa dalam menelusuri naskah-naskah klasik Keislaman dan bahkan aktif menelusurinya melalui rihlah ilmiah.

  Tentu tentatif kontens kurikulum kosentrasi AIK bagi S2/S3 dapat bervariasi, yang paling penting adalah lulusannya dapat mengatasi stagnasi pembelajaran AIK di Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang selama ini terjadi, sehingga Dosen AIK di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dapat mengembangkan literasi komprehenship dalam mewujudkan jati diri dan cita-cita Muhamadiyah sesuai dengan level pembelajaran dan tuntutan zaman dalam lintas peradaban dan mendorong Islam berkemajuan selaras dengan amanat Muktamar 47 Makasar.

  1. Integrasi AIK dengan Kebangsaan

  Identitas AIK adalah Islam sebagai Agama Rahmat bagi sekalian Alam Semesta, maka dari itu pembelajaran AIK mestinya relevan dengan kondisi lokal dimana Islam itu diumat maysarakat pengikutnya, dengan kata lain, AIK mesti dipromosikan dan konteks ke Indonesiaan.

  Narasi tersebut sebagai hal yang lazim karena ketika Islam turun pada masa permulaan dari sejarahnya bukan sebagai ajaran yang terlepas dari budaya masyarakat, artinya Islam tidaklah hadir dalam kehampaan budaya lokalnya.

  Pada sisi lain, konsep-konsep Islam yang diundang Muhammadiyah terus menyelami dinamika seiring dengan pemikiran para pengikutnya, maka pemikiran Islam dari zaman ke zaman terus dicermati oleh para ahli AIK lulusan kosentrasi S2/S3 bidang tersebut, intinya adalah metodologi pembelajaran sebagai sarana informasi itu AIK dikembangkan sedemkian rupa sehingga lulusan konsentrasi ini bukan hanya  mengingat dan menghapal kontens, tetappi memiliki kemampuan tingkat tinggi sebagai peneliti dan pemikir yang mampu memproduksi gagasan-gagasan penting tentang Keislaman dan Kemuhammadiyahan.

  1. Penutup

  Demikian butir-butir gagasan yang sekiranya bermanfaat dalam revitalisasi dan kontekstualisasi pembelajaran AIK di Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang dikembangan melalui S2/S3 dengan konsentrasi AIK.

  Pendapat sederhana ini disusun dalam rangka menyambut gembira Wrokshop konsentrasi AIK S2/S3 di Universitas Muhammadiyah Malang 26-28 April 2019.

  Semoga setiap PTM dapat mengikuti sentakan para dosen utuk berpartisipasi akti sebagai pembelajar sesuai dengan kapasitasnya sehingga AIK sebagai ikon Perguruan Tinggi Muhammadiyah, menjadi mata kuliah yang diminai mahasiswa di seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Cirebon, 18 April 21018

Penulis

Posted in Agenda, Sambutan Rektor.