Hidup Mencerahkan

  Hidup yang paling indah adalah bercahaya dan cahaya itu menyinari dunia baik siang maupun malam, di kala senang ataupun susah, ia terus memberi manfaat tiada henti, terhadap alam dan manusia sekitarnya (Al-Imran 134)   bila seseorang memiliki hati yang fitri (qolbun salim) pasti memberikan makna terindah bagi hidupnya dan orang lain di akherat maupun di dunia (As-Syaro 89 ), dalam pepatah jawa urip “urup” dalam bahasa sunda “dikawit mani janten manah”, yaitu Allah menciptakan manusia pada mulanya gelap, kemudian Allah melimpahkan cahaya menjadilah hidup terang dan menyala, dari tidak kelihatan ( bahasa Cirebon “peteng” menjadi “murub”).

  Manusia pada awal diciptakn lemah (dho’fin) dalam fisik, akal dan hati, kemudian Allah memberinya kuat (quwwatin), maka cahaya (obor) kehidupan yaitu kuasa, raksa, karsa raga wajib dijaga dengan “ahsanu amala” maka itulah orang yang dapat memelihara kesucian jiwanya, karena itulah mereka menjdi unggul (ngarawuh bagja).

  Dalam konsep negara maju (rice state), masyarakatnya makmur dan sejahatieta, penduknya memiliki akal budi yang sehat (health people), sebaliknya negara jahat (evil country) pasti negri itu dihuni orang-orang jahat (evil people) masyarakat sakit yang berhati sakit dan terlebih bila negara itu hancur dan gagal sebenarnya timbul dari masyarakat yang mati hatinya (qolbun mayyit) dan lahirnya pemimpin di suatu negeri adalah cermin dari kondisi sebenarnya dari masyarakatnya inilah yang dikatakan “assyatibi annasu ala diini mulukihim” (pemimpin adalah gambar dari rakyat)  rakyat yang sehat pasti memilih pemimpinnya yang sehat, rakyat yang gila pasti memilih pemimpin yang gila.

  Tugas setiap warga negara adalah mewujudkan mayarakat yang sehat melalui pendidikan yang unggul yang dapat melahirkan generasi yang kuat, gagah dan berwibawa.

Posted in Berita, Pengumuman, Sambutan Rektor.