df964a04-384b-446d-9e00-85881443391e

Jiwa Memiliki Budi

  Dalam surat As-Syams ayat ke 7 , Allah bersumpah tentang jiwa (An-Nafs) sebagai rangkaian akhir dari 7 sumpah tentang masa dari 7 penjuru peredaran alam semesta, yang intinya pada diri manusia yang sangat perlu diperhatikan mendapat asupan disamping asupan jasmani adalah asupan hati agar menjadi lentara kehidupan sehingga dapat menginspirasi / menerangi kehidupan bagai matahari yang diiringi bulan sebagai sejoli yang tidak pernah lelah, tidak pernah mengeluh dan tidak pernah putus asa siang dan malam agar jiwa/hatinya memiliki akal budi memberi manfaat untuk dirinya dan sekitarnya.

  Dalam sebuah syair memelihara hati yang berakal budi membawa   semangat / spirit serta gairah hidup yang terus menyala membara bagai api abadi yang tiada pernah redup dan padam sepanjang usia manusia, syair itu ditulis syauqi bey “ikhfadz linafsika dzikraha, faidza fzikraka faumrukassan” jaga mata hatimu sehingga ada yang merindukanmu, jika sudah ada orang rindu padamu, maka mendapatkan umur kedua, yaitu umurmu dan umur yang merindukanmu, Itulah umur abadimu.

  Kerinduan yang hakiki pada seseorang ditimbulkan perasaan positif karena akal budi yang menghasilkan pikiran, karya, jasa yang tak terhingga yang membuat manusia menemukan jalan kehidupan yang baik, contohnya Nabi Muhammad dirindukan ummatnya karena jasa-jasanya. Umurnya hanya 63 tahun, tapi umur keduanya lebih dari 1400 tahun. Para tokoh intelektual pendidikan mengalmi proses pembelajaran berbasis interaksi jiwa dengan akal budi. Yang dalam metode pendidikan Islam disebut al asyirh fi manhaji tarbiyatul Islam, kesepuluh manhaj itu meliputi , attajamu, assabat, attadhahi, al fahmu, atta’ ah, al jamaah, al ukhuwah, al jihad, attarahum dan attaisir.

  Attajamu (bangga/menyeangi) tugas mengangajar (Al-Imran 14), assabat (taat/disiplin) dalam mengajar (Al-Maidah 10), attadhahi (rela berkorban) guru sebagai pahlawan ( Al-Baqarah 124) alfahmu (emati dan memahami ) kondisi siswa, As-Sajadah 17. Al-Jamaah (solidaritas /  kebersamaan) Ar-Ra’du 11, Al-Ukhuwah (mengghindari konflik) Al-Maidah 48, Al-Jihad (niat mewudkan bangsa yang sejahatera) Al-Hasyr 7, At-Tarahum ( berbasis cinta dan kasih sayang) Al-Hayr 9 dan At-Taisir (Al-Baqarah 286)

Posted in Berita, Pengumuman, Sambutan Rektor.