Kajian Ramadhan dalam Acara Baitul Arqom Stkip Dan Stikes Muhammadiyah Kuningan

  Pak. AR. Ketika ditanya tentang apa itu Muhammadiyah , beliu menjawab yaitu Berislam dengan Gagah, Gembira dan Gentle (G3) ketiganya itu tidak akan tercipta kecuali dengan Z yaitu Zakkannafsi Min Ladzzati Assyahawat. Membersihkan jiwa dari tipu daya kenikmatan jasmaniyah yang sesaat.

  Manusia dalam kaitannya dengan duniawiyah dan harta benda digambarkannya , cinta dan tergila-gila (tuhibbunal mala hubban jamma/ Al-Fajr 20, maka membersihkan diri merupakan amal sholeh yang utama, terlebih dibulan Ramadlan (Al-Syam 1-9) setelah 7x bersumpah beru bertitah, yaitu sungguh beruntunglah orang- orang yang membersikan dirinya, dan surat Al-Hasyr 9, disebutkan pula beruntunglah orang-orang yang membersikan jiwanya dari kikir.

  Kikir salah satu contoh saja, tentunya jiwa harus dibersihkan dari sisi-sisi gelap yang negatif dan energi jahat (min radail madzmumah) termasuk sifat benci (Al-Gil),/Al-hqad / dendam, bakhil, hasad, putus asa, keluh kesah, pengecut, curang, ghibah, namimah, hoaks dan sebagainya.

  Berislam yang gagah adalah memberi, berupa sesuatu yang didasari semngat Tawaun, Tanwir, Ihsanul Insaniyah. Dan sesungguhnya karakter banga ini lebih mencintai kegotong-royongan dari pada individualis, gaduh lagi konflik. Maka Islam yang damai , selamat serta berkemajuan menjdi cita- cita Bermuhammadiyah.

  Strategi dakwah / dalam mengajak warga dengan cara yang sekiranya sampai kepada yang dicita-citakan yaitu atthoriqah alladzi yuashilu ila mardlatillah.

  Sebagai organisasi dakwah, maka cara yang ditempunya atau yang diikhtiarkannya adalah dengan cara bil hikmah, (Ud’u Ila Sabili Rabbika Bil Hikmah).

  Kita tentu ingat betapa doa Nabi SAW, untuk pamannya Abu Tholib, orang yang melindungi dari kejahatan kaafir arab jahiliyyah, namun apa dikata Allah mengingatkan dalam surat Al-Qoshos 56, bahwa ketulusan menerima dienul Islam adalah berkat rahmat dan hidayah Allah semata, tidak dapat diinterpretasi oleh apapun juga.

  Kita pun ingat betapa Nabi Nuh As, berhasrat agar keluarganya mengikuti dakwahnya (Hud 46) dengan kalimat hai Nuh kamu jangan berharap tentang sesuatu yang bukan kewenanganmu. Memang hal itu tragis dan menyedihkan, namun kita sadar bahwa mengajak manusia kejalan Allah hanyalah ikhtiar untuk sampai kpd RidhoNya.

  Yang paling penting berdakwah itu tidak menjustic apalagi memfonis atau prejudis, berasumsi dirinya yang benar, yang tidak sependapat denggnya ditakfir, ditabid, ditadllil dan sebagainya, dituduh sebagai garis lembek, ayam sayur  dan sebagainya.

  Sesungguhnya kalau mau jujur dakwah itu memang harus lembut (qoulan layyinan) lihat An-Nahl 25, yaitu bil hikmah. Menurut Al-Jurjani hikmah itu kata-kata yang indah, baik, bersih keluar dari hati dan pikiran yang damai tidak disertai emosional dan kebencian dan tipu daya. Omongan-omongan yang menang sendiri disertai menekan dan menakut-nakuti, mengancam serta memprovokasi terhadap timbulnya fasad.

  Pada saat ini, umat manusia benar-benar dalm bencana, dari perdebatan apalah namanya isinya hanya bermain kata-kata, mengolah lidah dan mulutnya hanya. Untuk berebut harta dan kuasa.

  Nilai yang diajarkan Muhamnadiyah selama ini banyak bekerja sedikit bicara, bila berbicara mengandung inspirasi, tidak hanya bersilat lidah hanya membuat fitnah dan hoaks itulah keadaban publik dan medsos, terlebih para figur moral, tokoh nasional, berhati-hatilah terhadap kata, karena kata akan menjadi nyata dan merendahkan nasib bangsa, bila mulut tidak dikendalikan dengan etika.

  Dalam berita Tempo 3/4/2019 dikabarkan tentang pemain sepak bola Inggris dari club Liverpool yang berasal dari warga negara Mesir, sepak terjangnya sebagai penyerang lini tengah, membawanya pada posisi Super Star Dunia, dimana-mana dielun-elun dengan lagu dan terakan salah we need you, ia bernama Mohamed Salah.

  Tidak hanya hebat dilapangan hijau, tetapi juga hebat di ladang amal demikian kesan pelatihnya, Jurgen Klopp terhadap anak asuhannya.

  Pada setiap kunjungannya ia menjauhkan dari gaya hidup glamour, dari minuman keras, sex bomm, night club, seperti yang di lakukan orang-orang terkenal dari artis dan pejabat, Mohamed Salah tidak hanya paham tentang agamanya tetapi ia konsisten mengamalkannya, maka sporter inggris sendiri kehadiran Salah sebagai gift for God.

  Sikap dan prilkunya itulah yang membawa penggemarnya menyukai permainan bolanya tetapi sekaligus menjadi rool model (teladan hidup), maka sejatinya Salah telah berdakwah melalui prestasi dan reputasinya.

  Bilamana kita simak narasi tentang peran Muhamammdiyah dalam perjuangan keummatan dan kebangsaan dan dirasakan umat dan bangsa melampaui satu abad, adalah konsistensi menegakan khitto-khitah atau landasn berfikir yang digali dari gugus pemikiran para tokoh sejak masa-masa awal dan dipedomi dalam gerak amal usaha, ditengah-tengah situasi yang terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Hal inilah yang wajib difahami dari berbagai ide dan gagasan yang lahir dari pemikiran kolektif dan diputuskan dalam kerja-kerja organisasi.

  Adapun yang peling fondamental adalah Muhammadiyah konsisten sebagi organisasi dakwah dan tajdid, dalam upayanya berkontribusi kepada kemajuan Keislaman dan Keindonesiaan.

Cirebon, 19 Mei2019

Posted in Berita, Pengumuman, Sambutan Rektor.