Khutbah Jumat

Masjid syafii, 26 april 2019

H. Khaerul Wahidin

Marilah kita tingkatn ketqwaan kepada Allah SWT sehingga hidup kita dan kehidupan bangsa kita dapat merasakan berlimpahnya karunia-Nya, seperti yang dijanjikan dalam QS Al-Araf 96. Dalam Tafsir Al-Muyassar kata barakat dimaksudkan sahlan fi thalabil khoer ( dimudahkan Allah untuk meraih  yang terbaik). Taqwa dalam pengertian awam terkandung dimensi ilahiyat dan insaniyyat, maka kesalehan juga ditemukan sebagai kesalehan individual yaitu imtisalu awamirihi wajtinabu nawahihi, sedangkan kesalehan sosial tersimpul pada ahsinul insaniyah ( kemanusiaan)

Pada kesempatan khutbah ini, dibahas nilai-nilai taqwa dalam dimensi sosial / kemanysiaan, berdasrkan QS. Al-Baqoroh 177

Pertama, penuhi janji

Berbuat baik bukanlah sekedar kata-kata, tetapi bukti nyata. Ibnu taimiyah berkata bahwa kebenaran itu bukan angan-angan tetapi realita. Menepati janji-janji menghindari kepalsuan, kebohongan, dan kecurangan kata AlGghozali adalah tipu daya syaitan. Kerena syaitan setiap saat menipu manusia agar menjadi temannya di neraka.

Kedua kesabaran, dijelaskan arti kesabaran dalam QS. Al-Imron 110 dipraktekkan dalam 3 keadaan yaitu

  1. Fil ba’sai yaitu disaat mengalami kesulitan yang luar biasa seperti rasa kekurangan lahir maupun bathin, maka kita tidak hanya berdiam diri untuk melawannya dengan beraktivitas sehingga terhidar dari kekufuran dan kepuasaan.
  2. Addharra yaitu sabar ketika dihadapkan pada penyakit yang menimpa, baik sakit fisik maupun mental. Maka berilah nutrisi terhadap jasmani dan rohani secara.rutin. terkait dengan penyakit hati (qolbun marid), diobati dengan mencri teman, sahabat, guru dan lain-lain yang saling nasehat-menasehati, jika penyakit dibiarkan maka hidup akan sia-sia dan merugi.
  3. Kondisi hiinal baats yaitu dalam perjuangan. Hidup tidak hanya makan dan bersenang-senang (tanaim), tapi berjuang menegakkan keadilan dan kebenaran. Disaat kecurangan dan kedzaliman meraja lela, umat Islam haram berdiam, dan wajib berusaha menghilangkannya. Umat Islam adalah umat yang kuat, gagah dan berani.

 

Sebentar lagi kita akan mamasuki bulan Ramadlan tentunya bulan yang penuh berkah itu tidak hanya diramaikan dengan kesibukan ritual semata, marilah kita tegakkan kesalehan soaial menuju kemenangan umat dan bangsa. Barakallah.

   ALLAHUMMAQFINIHIM BIMA SYI’TA, ya Allah berikan kecukupan bagi diriku dari mereka sebagaimana yang Engkau Kehendaki. Doa untuk mendapat kekuatan IMAN, sebagai saripati surat Al-Buruj.

Dikisahkan syahdan disebuah negri ada seorang raja dzolim, yang menggap bahwa kekuasaan yang dipundaknya adalah pulung dari drinya semata, maka diperlakukanlah rakyatnya semena mena, yang melawan dihukum, yang patuh dibikin aman.

 

Hari-harinya melakukan pencitraan, yang tidak lain tipu menipu, bekingnya adalah tukang sihir yang dibelakangnya tidak lain adalah syaitan, sampai pada suatu saat datang pemuda bernama Gulam yang menganut ajaran Tauhid, maka 70 ribu rakyat beragama tauhid.

Betapa marahnya raja karena rakyat tidak percaya lagi kepada rajanya, kemarahan itulah yang membuat raja semakin represif dengan membuat parit yang besar dan didalam parit dibuat api unggun dari kayu bakar, maka 70 ribu rakyatnya dimasukkan kedalam parit. Tersisa seorang wanita dengan 4 anaknya, dia menangis dan berbicara kepada anak-anaknya. Dalam keteguannya sang ibu berdoa agar anak-anaknya selamat. Maka kekuatan tauhidnya dapat mengatasi kesulitan yang sebesar apapun.

   Qutila ashabul uhdud ( Al-Buruj) celakalah pembuat parit (raja yaman), mereka yang menyakiti orang-orang beriman mendapt adzab yang besar, sedang mereka yang kuat imannya tidak takut kpada raja dzolim, pasti diselamatkn.

 

Posted in Agenda, Berita, Pengumuman, Sambutan Rektor.