H. Khaerul Wahidin

Materi kuliah subuh, dan 2 materi FGD

sdfsadtfgawdfWFADF

Hari ini kita memasuki bulan Rajab, bulan kemuliaan, Bulan yang menjadi nama telaga di makhsyar, nama terjadinya peristiwa besat , Isra Mi’raj, Nabi SAW.
1. Bulan Haram ( attaubah ; 39 ), mengingatkan waktu, yang menyertai kita, kapanpun dan dimanapun, seiring dengan perjalanan bulan dan matahari yang berjalan mengikuti kehendak ilahi.
2. Mengingatkan akan datangnya suatu hari kebangkitan dan berkumpulnya manusia di padang mahsyar ( Yasin 52)
3. Isra Mi’raj ( Al isra 1 ) kata Mi’raj itu sendiri berarti meningkat, setelah mendatar, meningkatnya keimanan setelah lulus ujian keduniaan ( Al-Insyirah 5 – 6) , ( Al-Ankabut 2 ) mengatasinya dengan sabar dan shalat ( Al-Baqorah 45)

Dengan demikian hidup yang realistis, seraya berharap bahagia dunia akherat, dengan mentalitas yang kuat ( konsisten) , disitu pasti terdapat jalan yang mudah meraih kemulyaan . Amiin.

Rajabiyah dan Imamiyah

Bulan Rajab yang didalamnya terdapat peristiwa Isra Mi’raj, merupakan persiapan menuju kepemimpinan ( Nabi Muhammad ) sebagai pemimpin Negara Madinah, maka di dalamnya terdapat inspirasi terkait dengan imamiah. Setidaknya ada 4 dimensi prioritas seorang imam.

1. Memiliki moralitas yang kuat, sebagai modalitas pemimpin. Disaat perstiwa Isra Miraj terjadi, disebutlah dalam sejarah sebagai ammul hujni, tahun kesedihan dalam kehidupan nabi saw, ketika istrinya dan disusul pamannya. Hal ini menunjukkan ketangguhan mental dalam menghadapi berbagai kesulitan.
2. Perjalanan Isra dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha melewati Yasrib, kota yang menjadi pusat pemerintahan dikemudian hari, seorang pemimpin harus memiliki wawasan tentang obyek yang akan dipimpinnya

3. Miraj merupakan penjelajahan Spiritual dari langit ke langit sampai Sidratul Muntaha, maka seorang leader menyadari, makhluk Tuhan sangat beragam ( Al-Mutanawwiat/sangat bineka), karakternya juga beragam, maka kolaboratif merupakan sikap utama, semua mengayomi dan mencintai, bukan arogansi dan konfrontasi.
4. Prilaku pemimpin adalah akrualisasi shalat dalam kehidupan sehari-hari.

Kita adalah pemimpin dan pemimpin adalah kita, semua manusia ditaqdirkan menjadi pemimpn. Inni jailun fil ardhi khalifah. Semoga terinspirasi dari Rajabiyah menuju Imamiyah yang adil dan memakmurkan.

 

Posted in Agenda, Berita, Pengumuman, Sambutan Rektor.