adsgdsfgsrfaeg

Simulasi Kolaborasi Orangtua dan Guru dalam Menumbuhkan Emosi Keagamaan pada Anak Usia Dini

dsghysrtfsdh

 

Banyak ragam dan corak emosi beragama dilihat pada aspek energi, imajinasi dan atensi beragama pada anak usia dini; ada yang terlihat agresif pemisive dan bahkan pasif. Benih-benih ini berpengaruh dalam fase pertumbuhannya sampai mereka menginjak usia dewasa.

Dalam Al-Qur’an (QS. Al-A’raf : 172) dijelaskan bahwa potensi beragama telah ada ketika usia kandungan dalam perut ibu seseorang menginjak usianya ke 4 bulan, maka ketika lahir manusia sudah berkehendak untuk beribadah kepada Tuhan. “Tiap manusia terlahir dalam keadaan “fitrah”, maka orangtuanyalah yang menjadikan anak mengikuti cara-cara beribadah Yahudi atau Nasrani (Hadis).

Hal ini berarti peran orangtua sangat penting atau lebih luas lagi adalah aspek penting yang membentuk faham keagamaan apakah radikal, tradisional atau moderat ditentukan oleh lingkungan dimana mereka tumbuh, berkembang dan berinteraksi.

Sikap moderat dalam beragama menjadi penting dalam konteks mengantarkan anak-anak untuk menjadi dewasa dan prilakunya dikonfirmasi dengan agama, atas dasar  keyakinan dan pengetahuan yang dimilikinya, bahkan beragama karena  motif-motif kesenangan individual yang bersifat duniawiyah.

Memang pertumbuhan keberagamaan anak tidak dapat secara langsung untuk memiliki keyakinan dan pengetahuan yang cukup, tetapi sesuai dengan ritme perkembangan usianya  dibawalah keberagamaan dimana anak usia dini dengan konfirmasi hadiah, perasaan aman (tidak dicela temannya), berlanjut hasrat untuk berkepantasan melalui mengikuti aturan-aturan yang ada dan pada akhirnya seiring dengan kematangan psikologisnya, beragama didasarkan pada keyakinan dan pengetahuan sehingga kewajiban-kewajiban agama ditunaikannya sebagai kebutuhan hidupnya.

Peran orangtua sangat penting dalam memberikan bentuk imitasi beragama, karena pada dasarnya anak usia dini mengikuti apa saja yang dilakukan kedua orang tuanya dan gurunya, maka penting pula menginformasikan kepada orangtua dan guru tentang pentingnya uswatun hasanah, dalam prilaku beragama, faham beragama dan keyakinan beragama.

Inti dari keberagamaan adalah harmoni dalam agamis-humanis yaitu tuntutan ke sektor individual dan sosial, kepatuhan ritual dan menghindari dosa sosial, ketika pembiasaan ini dilakukan dan dilanjutkan dengan proses internalisasi dan kristalisasi beragama pada anak, maka terlahirlah sosok islamistis yang moderat dengan melihat ukiran-ukiran keberagamaan secara kamil dan kafah dan menjadikan dengan islamnya itu sebagai rahmatan lil ‘alamin, dan inilah yang disebutnya sebagai orang-orang yang beruntung (QS. 28 : 67) bukan sebaliknya menjadi orang-orang yang rugi (QS. 18 : 103) atau orang-orang yang tertipu (QS. 4 : 142) dan jangan sampai mereka terlahir hanya untuk menjadi orang-orang yang bangkrut (QS. 49 : 11-12).

PDFtoJPG.me-1

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru UMC

PDFtoJPG.me-2

 

Kemajuan zaman ditentukan oleh anak zaman yang memiliki peradaban. Universitas Muhammadiyah Cirebon mendidik dengan semangat zaman yang tiada henti mengalami perubahan.

Spirit Universitas Muhammadiyah Cirebon tidak pernah lekang dan lapuk dalam lintas zaman yaitu menganut amanah dengan niat pengabdian namun tetap profesional, sehingga terlihat hasilnya berupa kepercayaan public, untuk studi semakin besar dengan pilihan prodi-prodi unggulan menjadi pilihan.

Perkuliahan di Universitas Muhammadiyah Cirebon menganut 4 pilar utama Learning to know, learnin, to do, learning to be,, learning to life together.

Pembentukan karakter adalah hasil utama agar mahasiswa berilsam dengan benar sesuai semangat dan jiwa Al-Qur’an dan As-Sunah, maka komitmen terhadap Islam sebagai agama kasih sayang (Dinul Rahmah.), agama penuh kedamaian (diunul salamah), agama penuh kemudahan (dinulteaser), agama kemajuan (dinul hadhariyah), agama kerja fisik dan hati (al-mal al jasmaniyah wal qalbiyah), meniscayakan lulusan Universitas Muhammadiyah Cirebon menjadi sarjana yang mampu menghasilkan produk-produk kebajikan dan menebar kemaslahatan bagi umat dan bangsa.

IMG_9692

Universitas Muhammadiyah Cirebon Rencanaka Pembangunan Taman Literasi Muhammadiyah

IMG_20181111_173426_1

Bersama : – DR. H. Haedar Nashir (Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah) – Prof. DR. H. Khaerul Wahidin (Rektor UMC) – Mahasantri UMC

 

Kreativitas dan inovasi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Cirebon terus bergulir, tidak hanya dalam pemunculan strategi pembelajaran baru, dan model-model pembelajaran atraktif, seperti memadukan metode tahfidz dengan bahasa Inggris agar mahasiswa meningkat ketrampilan spiritualitas dan akademisnya yang pada ujungnya menjadi model untuk menebar kebaikan bagi kemanusiaan.

Kini Universitas Muhammadiyah Cirebon mengembangkan inovasi baru, mendekatkan masyarakat akademis pra-perguruan tinggi dengan aktualitas dinamika keilmuan mahasiswa dalam sebuah konsep “Taman Literasi Muhammadiyah” sebagai arena wisata edukasi yang dapat menambah energi siswa maupun mahasiswa bereksperimentasi mewujudkan kemajuan bangsa.

Kemajuan bangsa akan dicapai bilamana warganya menguasai literasi data, literasi teknologi informatika dan terutama literasi manusia.

Dengan demikian kemampuan literasi memungkinkan suatu bangsa lebih berperadaban.

IMG_0001

Bersama : Prof. Dr. H. Khaerul Wahidin, M.Ag (Rektor UMC) DR. M Hasbi, M.Pd (Direktud PAUDNI Mendikbud RI)

Mendidik Anak Usia Dini Antara Untuk Berkolaborasi Atau Berkompetisi

2

Semua orang tahu dan semua orang faham bahwa anak adalah amanat dan titipan Allah SWT, sebagai rahmat dan qurota a’yunin bahkan serpihan dari cinta Tuhan dalam diri manusia, makanya anak wajib dididik sesuai dengan kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

Bila melihat alam semesta yang sedemikian indah-menawan serta serasi-harmonis, maka sejatinya yang Tuhan inginkan dalam mendidik anak untuk mampu berkolaborasi.

Pertanyaan  utama yang akan dijawab dalam diskusi ini, sudahkah kita mendidik anak usia dini dengan senyum penuh kasih dan mengajaknya mereka berkolaborasi?.

Mendidik adalah mengubah mainset (otak) yang tiada lain otak manusia itu berisi potensi untuk selalu terbarukan (Neo Cortex) sebagai emosi besar, otak anak kecil sama saja dengan otak dewasa;  ada imajinasi, cita-cita, nilai, moral dan agama. Dalam filsafat agama disebut masyiah (hasrat) dan irodah (daya), tugas guru adalah potensi atau emosi besar itu, supaya aktus dalam bingkai hidayah Tuhan dari sejak dalam kandungan sampai kematian. Itulah sebabnya dalam Islam pendidikan itu dari mulai buaian sampai kematian, yaitu mencapai khusnul khotimah.

Orientasi mendidik ala Indonesia telah terjebak dan berputar-putar dalam lokus administrasi yang berujung pada akreditasi, maka muncullah prilaku-prilaku homo-homoni-lupus yaitu manusia adalah srigala bagi manusia (Thomas Hobes), bukan lagi sebagai homo sapien yaitu manusia bernaluri manusia dalam hal ini untuk bisa bertahan hidup manusia harus berkolaborasi, sementara lupus berhasrat untuk berkompetisi (Darwin).

Maka pemandu arah pendidikan sebenarnya adalah guru, mereka adalah kunci pembuka peradaban. Untuk itu mereka harus dilatih dengan benar, mereka wajib tahu apa namanya habit forming product, dan juga wajib tahu tentang uswatun hasanah dan mengetahui metodologi praktis mendidik anak.

Kalau guru harus berada bersama siswa 8 jam sehari, belumlah cukup untuk mengantarkan karakter kolaboratif jika keberadaan guru seharian itu hanya konten tidak disertai kreatif dan inovatif, dengan begitu pantaslah guru sebagai warosatul anbiya karena meneruskan risalah untuk menyempurnakan akhlak manusia.

b4139f98-5cdc-418d-9f0c-63eac55a41bc

Kampanye & Penggalangan Komitmen dalam Rangka Pencegahan & Penanggulangan Stunting

082d4715-12c5-41e8-b2b6-11b5f34594f2

Bersama Direktur RSU UMC Kampanye & Penggalangan Komitmen dalam Rangka Pencegahan & Penanggulangan Stunting

          Stunting adalah sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya. Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun.
Gejala dan tanda anak stunting Selain tubuh berperawakan pendek dari anak seusianya, ada juga ciri-ciri lainnya yakni:
• Pertumbuhan melambat
• Wajah tampak lebih muda dari anak seusianya
• Pertumbuhan gigi terlambat
• Performa buruk pada kemampuan fokus dan memori belajarnya
• Pubertas terlambat
• Usia 8-10 tahun anak menjadi lebih pendiam, tidak banyak melakukan kontak mata terhadap orang di sekitarnya
Apa saja faktor yang memengaruhi anak stunting?
• Utamanya, faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil dan anak balita.
• Kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi sebelum hamil, saat hamil, dan setelah melahirkan.
• Kurangnya akses air bersih dan sanitasi.
• Masih kurangnya akses makanan bergizi karena tergolong mahal.
Lantas apa dampaknya stunting?
Stunting adalah kegagalan pertumbuhan akibat akumulasi ketidakcukupan zat gizi yang berlangsung lama dari kehamilan sampai usia 24 bulan. Maka itu, kondisi ini bisa memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan.
Dampak jangka pendek stunting adalah terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pada pertumbuhan fisiknya, serta gangguan metabolisme.
Dampak jangka panjangnya, stunting yang tidak ditangani dengan baik sedini mungkin akan menurunkan kemampuan kognitif otak, kekebalan tubuh lemah sehingga mudah sakit, dan risiko tinggi munculnya penyakit metabolik seperti kegemukan, penyakit jantung, dan penyakit pembuluh darah.
Rsu UMC bersama dengan dinas kesehatan sekaligus pencanangan pencegahan stunting oleh pj bupati cirebon berkomitmen bersama untuk menurunkan angka stunting di wilayah kab cirebon tgl 26/1/2019.

a582d3e5-a365-42e3-abc7-7a3c9991f4a1

Mencerahkan, Mencerdaskan Dan Mensejahterakan Bangsa Dalam Bingkai Tuntunan Al-Qur’an

“Surat Al-Maidah (5) Ayat 16”

“Berdasarkan Al-Qur’an, Allah memberi petunjuk orang-orang yang mengikuti keridlaan-Nya ke jalan keselamatan dan Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang seizin-Nya dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus”.

05f4dc13-b3f8-4fc0-a519-86f8c4dab327sdrg

         Dalam Tafsir al-Karim al-Rahman, Syekh Abdurahman Nashir, menjelaskan inti dari Allah menurunkan Al-Qur’an adalah menghilangkan kedunguan dan kebiadaban manusia (Qod ja’akum minallahi nurun wa kitabun mubin).

                  Perguruan Tinggi (lembaga pendidikan) apapun namanya dan bagaimanapun jenis dan tingkatannya berfungsi salah satunya adalah mentransformasikan ilmu dan mengamalkan ilmu dan hakekat dari ilmu itu sendiri adalah nilai-nilai moral (keadaban), semakin manusia berilmu, maka semakin beradab, dan bersamaan dengan itu, semakin islamitis seseorang, semakin berkeadaban.

               Itulah sebabnya Muhamad Abduh ketika berkunjung ke Paris dia mengatakan bahwa : “Disini aku tidak menemukan saudara-saudaraku yang muslim, tapi disini aku melihat Islam, sebaliknya ketika aku berada di Mesir melihat banyak saudara-saudaraku muslim tetapi aku tidak melihat Islam. Parameter keilmuan dan keislaman adalah kultur keadaban, maka dapat dipastikan bahwa sekolah atau kampus yang maju dan kampus yang menang di dalamnya hanyalah terdapat orang-orang yang beradab, atau setidak-tidaknya disitu terdapat orang-orang yang berhati baik (Qosduhu hasanan).

                                   Bangsa yang beradab adalah bangsa yang menang dan bangsa yang maju, seperti Selandia Baru tidak ada penjara KPK, tetapi juga tidak ada penjahat-penjahat negara, caranya adalah mendidik moral bangsanya sejak mereka di TK sampai perguruan tinggi. Inilah yang menjadi inti dari keselamatan  bangsa menurut Ahmad Syauqi Bey bahwa keselamatan suatu bangsa terletak pada akhlaknya, begitu hilang akhlak, maka sirnalah bangsa tersebut, namun jika akhlaknya kuat, pasti bangsa tersebut  menjadi kuat. Demikian pula sekolah atau perguruan tinggi.

                           Dalam konteks KKL mahasiswa untuk berkunjung ke lembaga-lembaga pendidikan yang utama adalah melihat mereka bagaimana pendidikan karakternya, bagaimana kultur akademiknya, bagaimana kepala sekolah dan guru memberi keteladanan tentang karakter dan yang paling penting adalah bagaimana prilaku mahasiswa atau sasarannya, jika memiliki karakter yang kuat pasti sekolah itu menjadi kuat.

                           Dalam sejarah negara-negara Islam sejak zaman Nabi, Khulafaur rasyidin, zaman keemasan Umayah dan Abbasiyah kita melihat sosok-sosok pemimpin dari mulai Nabi Muhammad SAW, Khulafaur Rasyidin, Umar bin Abdul Azis, Harun Arrasyid, mereka mengutamakan moralitas  daripada lain-lainnya. Umar bin Abdul Azis misalnya pernah berkata  : “Tahukah kamu bangsa yang dungu, nah saya kabarkan kepadamu tentang manusia paling dungu di dunia ini yaitu orang yang meninggalkan moral dan mengejar harta dan kuasa, dan lebih dungu lagi bila hanya memperkaya orang lain sementara dirinya tidak mendapatkan apa-apa kecuali kesialan semata-mata.

                         Maka marilah kita belajar dan kuliah tiada lain untuk menghilangkan kedunguan dan kemiskinan. (Wallahu a’lam)

bb0224db-653e-4a9e-b9df-1757c0b2b284

Kegiatan Milad PGSD (HIMA PGSD FKIP UMC)

6a0086c4-e36f-4294-93c2-b81dd59b501b

 

              Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (HIMA PGSD FKIP) Universitas Muhammadiyah Cirebon adalah organisasi yang menaungi mahasiswa PGSD dan wahana bagi kreatifitas mahasiswa PGSD serta sebagai sarana untuk mempererat tali persaudaraan sesama mahasiswa PGSD.

            Dalam rangka menyambut Milad HIMA PGSD yang ke-8 dan merupakan refleksi semangat kebersamaan, serta kepedulian terhadap kreatifitas, gairah, serta potensi yang dimiliki mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), maka dirasa perlu mengadakan suatu acara yang bisa untuk merealisasikan semua keinginan di atas.13b58c85-19bf-4c85-bf0b-881c5402ecd8

                        Acara Milad HIMA PGSD yang ke-8 ini dikemas dalam bentuk 8 perlombaan yaitu terdiri dari lomba festival band, futsal, kaligrafi, puisi, paduan suara, photography, rangking sati, dan fashion show busana muslim serta akan diakhiri dengan acara puncak Milad HIMA PGSD yaitu festival band dengan mengundang bintang tamu fourtwenty dan wahyu slow.

            Semua rangkaian acara itu merupakan ajang untuk menunjukkan bahwa HIMA PGSD mencoba memberikan wadah dan tempat bagi mahasiswa PGSD dan umum untuk menunjukkan kemampuannya dan untuk berkompetisi dengan baik, selain itu juga untuk menunjukkan integritas HIMA PGSD kepada khalayak umum.

                      Akhirnya dengan harapan dan ridho dari Allah SWT semoga kegiatan Milad HIMA PGSD FKIP UMC Ke-8 ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat menjalankan amanah yang diberikan dengan baik dan lancar sesuai dengan apa yang kita harapkan.

1

Short Course Dosen Universitas Muhammadiyah Cirebon ke Amerika

6

 

   Bagi saya, bisa mengukir nama Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) di kancah international, dalam konteks program Short Course luar negeri (LN), merupakan suatu kebanggaan yang tiada tara.
Bagaimana tidak, setidaknya program ini sudah berjalan beberapa tahun terakhir, adapun untuk program Short Course bidang Spiritual Pedagogy itu tahun kedua, baru tahun/kali ini UMC bisa berkesempatan mengikutinya. Program Short Course merupakan program tahunan yang diinisiasi oleh Direktorat Sumber Daya Iptek Dikti Kementrian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) bertujuan untuk meng update isu terkini, meningkatkan wawasan dan mendakan jejaring international. Peserta dari progam ini adalah seluruh dosen di lingkungan Kemenristekdikti Republik Indonesia baik dari perguruan tinggi negeri maupun swasta dengan syarat sudah ber NIDN, memiliki jabatan fungsional, berbadan sehat, memiliki sertifikat TOEFL/IELTS & TOAFL, serta memiliki izin pimpinan. Apakah mungkin seorang dosen swasta di daerah bisa mengikutinya? Untuk menjawab itulah, saya buat tulisan tentang “Short Course dosen UMC ke Amerika.” Keberangkatan saya ke USA ini adalah kali ketiganya mengikuti kegiatan formal dari pemerintah, sebelumnya pelatihan di IPG Kuala Lumpur & Turkey, serta pelatihan di Technogoly University of Tampere Helsinki Finlandia, dan sekarang pendidikan pendek (Short Course) via Hongkong di University of California, Riverside USA.

2

      Bagi dosen swasta di daerah, sudah bisa berangkat ke USA saja sudah luar biasa, why? Untuk menjawabnya, saya kisahkan tahap demi tahap, semoga pada tiap tahapannya dapat mengandung unsur pengalaman dan pembelajaran yang syarat makna bagi semua.
Tahap seleksi, bahwa program ini bernama Short Course LN bidang Spiritual Pedagogy. Dilihat dari bidangnya, tentu hanya sedikit saja dari para akademisi yang sesuai dengan bidang ini, ditambah lagi bidang ini mensyaratkan level doktoral. Jadilah hanya 29 orang dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia yang melamar program. Pelamar yang berjumlah hitungan jari ini harus melewati proses seleksi berkas online, pada tahap ini hanya 12 orang yang dinyatakan lulus berkas. Tidak behenti di situ, tahap berikutnya yang harus dilalui peserta adalah seleksi wawancara. Dari seleksi ini keluarlah 7 nama yang lolos di web Direktorat SDM dan Karir Kemenristekdikti. Setelah dilihat, Alhamdulillah nama saya ada di dalam list dari 7 nama tersebut. Tahap pengurusan Visa J-1, untuk kisah ini, saya sengaja mengutip tulisan kawan bernama Dr. Rika Astari; “Sekedar untuk berbagi pengalaman pelaksanaan program ini, ada baiknya kami sampaikan proses mendapatkan Visa J1 dari Kedubes Amerika Serikat. Adapun mengurus administrasi untuk mendapat visa J1 ini bermula dari pengisian Bioform U1501- 5 UCR yang kami kirim tanggal 5 Oktober 2018. Pada 18 Oktober, kami baru menerima surat appontment as visiting scholar, dilanjutkan mengisi isconline dengan membayar $500. Berikutnya, proses mendapatkan DS 2019. Kemudian DS 2019 ini ditandatangani tanggal 1 November 2019 di UCR. DS 2019 asli diperlukan untuk mendaftar dan dibawa saat wawancara visa di Kedubes Amerika. Sekitar 1 minggu kemudian, DS 2019 pun tiba di alamat masing-masing peserta melalui FedEx dari UCR. Pihak travel membantu dalam pendaftaran untuk mendapat jadwal wawancara visa. Tangggal 13 November, dari 6 peserta yang mengikuti wawancara di kedubes Amerika yang mendapat kartu putih (kartu putih = lolos, hijau = kekurangan berkas, kuning = peninjauan berkas kembali) secara mulus hanya Dr. Abdul Karim dan lainnya Dr. Choirul Mahfud sekalipun ia sempat terkendala sedikit di foto, baru menyusul 2 orang berikutnya setelah memperbaiki berbagai persyaratan.

3

 Dikarenakan sudah mendekati masa akhir perkuliahan di UCR, maka Rabu, 21 November 2018, dengan 4 orang peserta (Dr. Abdul Karim, Dr. Rika Astari, Dr. Choirul Mahfud, dan Firdaus Wajdi, PhD) diberangkatkan terlebih dulu menuju California dengan rute Penerbangan Jakarta-Hongkong dan Hongkong-Los Angles. Sedangkan 2 peserta lagi (Dr. Ika yunia Fauzia dan Dr. Nur Chanifah) menyusul dan tiba
di California pada 25 November 2018. Tapi, kami sangat sedih sekali karena 1 orang peserta dari UPI dan dosen pembimbing bidang Spiritual Pedagogy tidak berhasil mendapatkan visa sehingga tidak bisa berangkat ke USA” Dari kisah seleksi visa Amerika ini ada beberapa hal yang ingin disampaikan, siapkan berkas selengkap mungkin sesuai dengan persyaratan keduataan, bersikaplah santai ketika wawancara, serta memiliki pengalaman ke luar negeri sebelumnya, dan yang penting tidak benar bahwa nama Islamy, almamater islamy tidak bakal mendapat visa Amerika, selama semua syarat terpenuhi. “Sujud syukur” saya lakukan untuk mendapatkan visa dan bisa berangkat ke USA… Selain karena susahnya mengurus visa di kedubes USA, juga karena negara adidaya ini begitu berkesannya bagi semua orang di dunia, sehingga segala hal berasala dari Amerika sering menjadi standar bagi negara lain. Tahap Perkuliahan; saya ikut seat in di University of California, Riverside USA, salah satu kampus terbaik di Amerika bahkan dunia, di prodi middle east and religious studies. Suasana di kampus ini sangat kompetitif. Tidak ada satu mahasiswa pun yang terlihat santai, hampir semuanya belajar keras. Saya memahami bahwa jenis kelas di UCR ini terbagi ke dalam dua kelas yaitu Upper Deviation (UD) dan Lower Deviation (LD). Di kelas UD, jumlah mahasiswa sekitar 160 orang di ruangan yang sangat besar untuk mempelajari materi kuliah umum dan dasar. Di jenis kelas ini, saya belum menemukan makalah mahasiswa yang ada hanya ceramah dosen dan diskusi selama 1 jam. Susana kelas cukup kondusif dengan tingkat disiplin kehadiran cukup tinggi. Akan tetapi, ada hal menarik yang membuat tercengang yaitu dosen memberikan clicker question kepada mahasiswa di tengah ceramahnya atau sekitar ceramah untuk 3 slide. Kemudian, mahasiswa menjawab dengan meng klik pilihan atau tombol, A, B, C, atau D, jika pertanyaannya pilihan ganda. Jawaban mahasiswa akan muncul di monitor besar di depan kelas, baik prosentasi jawaban maupun ulasannya, subhanallah… Selain itu, tingkat disiplin mahasiswanya menghadiri perkuliahan juga cukup tinggi terlihat dari penuhnya bangku kuliah, banyaknya jawaban clicker question. Tidak hanya itu, disiplin tepat waktu baik masuk maupun keluar dari ruang kuliah. Terutama disiplin waktu keluar kelas yang membuat saya terkagum-kagum, mahasiswa akan otomatis keluar jika perkuliahan sudah berjalan 1 jam, amazing. Tahap kehidupan di USA; Betul apa kata orang, hidup di Amerika itu sangat hard. Selain ekstrim cuacanya, juga keras gaya hidupnya. Salah satu kunci untuk bisa bertahan hidup di USA adalah bahasa, terutama bahasa Inggris. Sekalipun itu tidak cukup, karena USA adalah negara imigran, hampir semua bahasa dunia ada di Amerika. Maka bahasa lain yang harus dimiliki adalah bahasa Arab, syukur-syukur bisa bahasa EROPA; Prancis dan Jerman. Kunci bertahan hidup kedua adalah skill dan kompentensi. Dan kunci lainya adalah wawasan dan pengetahuan. Ada beberapa nilai-nilai kehidupan USA yang ingin saya share yaitu bahwa kegiatan keagamaan harus ditangani oleh orang bersertifikat; seperti memotong hewan Qurban. Hidup bebas yang penting tahu hukum dan batas. Pertanyaan personal (privacy) tidak dibolehkan seperti pertanyaan tentang seks, agama, dan politik. Pernikahan sangat tergantung dalam kontrak keduanya, misal dalam kontrak seorang suami boleh jaga rumah dan tidak kerja, maka ada istilah House husband. Ada aturan “No smoke no joke.” Bagi student untuk membeli alkohol itu harus pakai ID dengan aidigium “minumlah dengan tanggungjawab.” Gunakan common sense untuk acuan berperilaku; contoh pornografi tidak boleh child pornography. Seks tidak boleh memaksa dan tidak boleh melakukan pelecehan. Orang Amerika sangat konsen dan butuh dengan space (jarak), alias tidak suka berdesak-desakan. UMC (1)

          Serta, tidak boleh mengulang permohonan, jika sudah menolak, tidak boleh ditarik lagi. Masih ada banyak tahapan lainnya, tidak cukup diceritakan di ruang ini, intinya lolosnya saya sebagai dosen UMC ikut seleksi program Short Course LN ke USA ini merupakan anugerah dari Allah SWT yang telah mendengar doa Ibu saya yang sedang sakit, serta do’a semua civitas akademika UMC, untuk itu saya ucapkan syukur Alhamdulillah dan tidak lupa terima kasih yang tak terhingga kepada Prof. Dr. Khaerul Wahidin, MAg selaku Rektor UMC, ibu WR 2, WR 1 dan WR 3, Dekan FKIP dan ibu prodi PGSD serta seluruh dosen dan mahasiswa. Saya doakan semoga kelak dosen UMC ada yang bisa menyusul mengikuti program tahunan ini, aamiin.

California, Desember 2018
Dr. Abdul Karim DS

IMG_0014-002

BROSUR PENERIMAAN MAHASISWA BARU UMC (UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON)

IMG_0014-002

IMG_0014-001

          Kemajuan zaman ditentukan oleh anak zaman yang memiliki peradaban. Universitas Muhammadiyah Cirebon mendidik dengan semangat zaman yang tiada henti mengalami perubahan.

           Spirit Universitas Muhammadiyah Cirebon tidak pernah lekang dan lapuk dalam lintas zaman yaitu menganut amanah dengan niat pengabdian namun tetap profesional, sehingga terlihat hasilnya berupa kepercayaan public, untuk studi semakin besar dengan pilihan prodi-prodi unggulan menjadi pilihan.

          Perkuliahan di Universitas Muhammadiyah Cirebon menganut 4 pilar utama Learning to know, learnin, to do, learning to be,, learning to life together.

        Pembentukan karakter adalah hasil utama agar mahasiswa berilsam dengan benar sesuai semangat dan jiwa Al-Qur’an dan As-Sunah, maka komitmen terhadap Islam sebagai agama kasih sayang (Dinul Rahmah.), agama penuh kedamaian (diunul salamah), agama penuh kemudahan (dinulteaser), agama kemajuan (dinul hadhariyah), agama kerja fisik dan hati (al-mal al jasmaniyah wal qalbiyah), meniscayakan lulusan Universitas Muhammadiyah Cirebon menjadi sarjana yang mampu menghasilkan produk-produk kebajikan dan menebar kemaslahatan bagi umat dan bangsa.