Pedoman KKM UMC: BAB I – Sejarah Singkat Kuliah Kerja Mahasiswa

BAB I

Sejarah Singkat Kuliah Kerja Mahasiswa

A. Sejarah KKM di Indonesia

Kuliah Kerja Mahasiswa di Indonesia dilaksanakan pertama kali pada tahun 1971  oleh Universitas Gajah Mada dengan nama Program Kuliah Kerja Nyata atau KKN bersama Universitas Andalas, Padang dan Universitas Hasanudin, Ujung Pandang, ditunjuk oleh Direktur Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan sebagai proyek perintis dalam melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan pendekatan multidisipliner yang didasarkan atas partisipasi mahasiswa. Pada periode ini, UGM ditunjuk sebagai universitas pembina KKN bagi pelaksanaan proyek perintis KKN dalam tahun kuliah 1973-1974 yang melibatkan 13 universitas di 13 provinsi.

Pada tahun 1998 sampai tahun 2005 periode transformasi adalah periode dilakukannya berbagai perubahan bentuk atau pola pelaksanaan kegiatan KKN  dan di Kopertis wilayah IV Jawa Barat nama KKN berganti menjadi Kuliah Kerja Mahasiswa atau dengan singkatan KKM. Kemudian untuk melanjutkan upaya peletakan dasar KKM secara regional maupun nasional pada periode sebelumnya, yaitu periode pengembangan. Oleh sebab itu, pada periode ini terdapat berbagai varian baru pola pelaksanaan kegiatan KKM yang diselenggarakan untuk melengkapi pola KKM Reguler dan KKM Ekstensi, antara lain : KKM Alternatif (tahun 1999), KKM Sibermas (tahun 2000), dan KKM Tematik (tahun 2002).

KKM Tematik Kontekstual dilakukan agar sesuai dengan perubahan paradigma perguruan tinggi serta perkembangan yang dihadapi Masyarakat Istilah tematik-kontekstual mengacu kepada perencanaan program kegiatan KKM yang mengikut sertakan masyarakat dalam penentuan kegiatan yang bermanfaat dan berdaya guna bagi masyarakat. Proses ini diharapkan memberikan jaminan keberlanjutan karena program kegiatan KKM disusun, direncanakan dan dilaksanakan bersama masyarakat. Wacana ini dapat direalisasikan dengan adanya hibah KKM Tematik dari 5 proyek universitas yang didanai oleh DIKTI melalui program Percepatan Pertumbuhan Kepemimpinan Berkualitas

Sejak tahun 2006 KKM Tematik Kontekstual berubah menjadi KKM Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) sebagai proses pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus wahana pemberdayaan masyarakat. Pola ini direncanakan dan dilaksanakan secara sistematis berdasarkan tema yang digali dari potensi masyarakat, dirumuskan, dan dilaksanakan bersama masyarakat. Hal ini diharapkan dapat memacu kemampuan masyarakat dalam pengembangan diri dan wilayah sehingga kesejahteraannya meningkat.

KKM PPM merupakan bentuk penegasan loyalitas dan soliditas Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) untuk mewujudkan visi dan misi Universitas Muhammadiyah Cirebon. KKM PPM diharapkan dapat lebih meningkatkan empati, kepedulian, kerjasama mahasiswa secara multidisipliner dan kontribusi daya saing daerah dan nasional, serta mendorong terciptanya learning community.

 

B. Sejarah KKM UMC

   Kuliah Kerja Mahasiwa Universitas Muhammadiyah Cirebon dimulai sejak tahun 2003-2004, periode awal ini konsep tentang KKM mengacu pada tingkat partisipasi mahasiswa pada pembangunan masyarakat atau yang lebih dikenal dengan menggunakan pendakatan PAR (Participation Action Research) dalam mengembangkan tridharma perguruan tinggi, salah satunya adalah pengabdian pada masyarakat. Konsep pengembangan terkait pada program pembangunan masyarakat desa secara fisik maupun mental yang meliputi wilayah desa-desa yang ada di sekitar Kabupaten Cirebon.

Pada tahun 2008-2009 konsep pelaksanaan KKM berkembang dari konsep partisipasi atau  PAR menjadi konsep dengan menggunakan pendekatan Tema atau yang lebih dikenal dengan pendekatan Tematik Konseptual. Pendekatan ini lebih terarah dari sisi tujuan dan lebih terkonsep bidang sasaran pembangunannya. Sasaran KKM sesuai dengan tema atau program pemerintah yang diselaraskan dengan kegiatan mahasiswa di desa sasaran KKM.

Universitas Muhammadiyah Cirebon telah melaksanakan KKM Tematik ini tidak hanya didasarkan atas upaya pembangunan masyarakat oleh Perguruan Tinggi tetapi juga didasarkan atas kerjasama dengan Kementrian Pendidikan Nasional dalam mengurangi tingginya buta aksara di Indonesia terutama di Kabupaten Cirebon.

Posted in KKM UMC 2015.