Refleksi Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia

  Infonesia identik dengan Islam. Setidaknya sejak turun masa keeman kerajaan nusantara yang terbentang dari samudra pasai sampai demak, dari aceh sebagai serambi mekkah, sampai kota-kota pelabuhan yang ramai dikunjungi saudagar- saudagar Arabbia , persia. Gujarat dan cina hingga datangnya pedagang kolonialis eropa yang mengaduk-aduk keindahan dan kekayaan nusantara.

  Pembentukan tradisi intelektual Islam berawal dari interaksi jaringan keulamaan hijaz dan nusantara, justru bukti ini terawat rapih di musium kebudayaan Islam Kerajaan Brunai Darussalam, pertanda bahwa dari waktu ke waktu bangsa nusantara lebih suka mengolah kebendaan dari pada melestarikan warisan intelektual Islam.

  Karya-karya tasauf dan mistisisme Islam kini menjadi benda-benda purbakala yang pantang di jamah apalagi menjadi bahan diskusi. Padahal spiritualitas keagamaan ini pada kenyataan hitorisisnya menjadi pematik utama lahirnya tradisi pemerintahan, hukum ,pranata sosial dan ekonomi yang membawah kepada integrasi ummat Islam Indonesia.

  Pelembagaan ptanata keluarga sosial dan kenegaraan berpusat pada pemimpin formal, informal dan non formal, mereka para pemimpin menjadi penggerak utama pengarusutamaann pola-pola dari kehidupan harmonis, membawahnya kemajuan dalam sektor kehidupan, seperti terlihat dalam buku-buku karya sastra, filsafat, hukum, dan praktek-praktek kriya seni dan hiburan yang dikembangkan merupakan sepenggal kehidupan surgawi sebagai  masa integtasi islam nusantara.

  Islam nusantara yang tidak mengandung diksi politisasi agama, seperti penggunaan Islam modern dan tradisional, yang mengandung faham sterioretif tetapi Islam yang berada dalam konteks sosiologis indonesia yang istilah kerajaan-kerajaan yang hidup damai dalam suatu konfederasi gugus kepulauan yang saling menghormati kedaulatan kebangsaan.

  Sejarah kebudayaan Islam Indonesia atau saat itu di nusantara memberikan nilai kearifan lokal yang bernilai tinggi, sekaligus menginspirasi bahwa ummat Islam indonesia masa lalu telah mampu mengantarkan bangsa yang maju, sejahtera,  cerdas dan hidup damai, maka masa klasik islam indonesia dapat menjadi filosofi untuk bangkit kembali masa kejayaannya dalam perkembangan zaman yang menyetainya.

  Perkembangan Islam Indonesia sejak alam kemerdekaan hingga sekarang mewariskan kekayaan budaya dan khazanah litersi yang luar biasa terhampar dalam dinamika sosio- intelektual berupa kembagaan pendidikan, masjid, keormasan Islam, penerbitan, petekonomian , hukum dan perundang-undangan, maka sungguh sangatlah naif bangsa ini jika hanya berebut kebendaan yang sesaat menghancurkan kekayaan yang begitu mahal, maka apa bedanya dengan Hulaghu Khan, jengiskhan dan sejenisnya yang telah menghancurkan kekayaan budaya untuk merampok kekayaan bendawi dari negerinya sendiri dan oleh bangsanya sendiri Naudzubillah.

Posted in Berita, Sambutan Rektor, Tak Berkategori.