bb902f20-eeb3-438d-99dd-3a946f25ded3

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon Mengikuti Kegiatan Sosialisasi Penggunaan Media Sosial dan Pengenalan Lingkungan Kantor Kementerian Komunikasi Dan Informaatika RI

PELUNCURAN 18 BUKU SERI LITERASI DIGITAL

a28af338-2002-43c4-95d0-2def94869705bb902f20-eeb3-438d-99dd-3a946f25ded3

 Pada tanggal 31 Januari 2018,  Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan 18 Buku Seri Literasi Digital bersama buku hasil survei penggunaan TIK serta implikasinya terhadap aspek sosial budaya masyarakat. Informasi telah menjadi kekuatan utama dalam seni kekuatan dan sumber kekuatan keberdayaan yang berproses pada pengetahuan.

Pembangunan TIK perlu terus dilakukan agar sektor ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing bangsa ditengah permasalahan pembangunan sektor TIK seperti cakupan akses, keterjangkauan biaya, kemampuan adopsi inovasi, penting juga untuk mengetahui perubahan-perubahan yang berimplikasi terhadap beragam hal yang timbul dimasyarakat baik dari sisi positif maupun negative.

Peluncuran bersama 18 buku seri literasi digital diresmikan oleh oleh Mentri Komunikasi dan Informatika Bapak Rudiantara bersama para pegiat literasi digital dan beberapa pemangku lainnya. Dengan kemajuan zaman buku literasi digital sangat mempermudah untuk mengakses berbagai macam buku yang dibutuhkan oleh berbagai kalangan. Seperti: 1) Kumpulan Ulasan Politik, Ekonomi, dan Gaya Hidup Era Digital, 2) Cakap Bermedia Sosial Cerdas, Kreatif dan Produktif, 3) Ekploitasi Seksual Pada Anak Online, 4) Internet sehat, 5) Keamanan Siber Untuk E-Commerce dan lain-lain. Diluncurkan nya 18 buku ini yang merupakan beragam terbitan dari Center for Digital Society (CFDS) – UGM, Ditjen Aplikasi Informatika-Kominfo, Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik – Kominfo, ECPAT Indonesia, ICT Watch dan Pusat Kajian  Komunikasi (Puskakom) – UI. Buku-buku tersebut dapat diunduh dan digunakan secara bebas melalui situs www.literasidigital.id.

Menurut Kominfo jumlah penggunaan internet Indonesia, yang berdasarkan tahun lalutelah mencapai132,7 juta orang dengan lebih kurang 50 % total penggunaan internet Indonesia adalah digital negative. Gerakan Nasional Literasi Digital atau siberkreasi kini telah memiliki jejaring hingga 46 institusi baik dari unsur pemerintah, swasta, organisasi masyarakat sipil, kampus, operator telekomunikasi dan organisasi profesi. Sejumlah kegiatan sosialisasi dan edukasi terus berjalan berkesinambungan bekerjasama dengan berbagai pihak.

KUNJUNGAN KE KEMENTRIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA

Aisyah Kominfo RI

Pada hari Rabu, 31 Januari 2018 kami mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon menghadiri acara Peluncuran 18 Buku Seri Literasi Digital yang dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia beserta jajarannya, serta berbagai media televise maupun radio di Indonesia.

Kami sangat senang dapat menghadiri acara Peluncuran 18 Buku Seri Literasi Digital tersebut. Banyak sekali ilmu yang bisa kami ambil dari kegiatan tersebut. Kami bisa mengetahui berbagai macam buku digital yang sedang booming pada saat ini serta buku tersebut bisa diakses secara gratis oleh kalangan manapun. Mulai dari anak kecil, remaja, bahkan dewasa. Buku seri digital dapat bersaing dengan majunya perkembangan zaman pada saat sekarang. Menurut saya sendiri, masyarakat Indonesia lebih banyak menggunakan internet. Tetapi dengan mudahnya akses internet pada zaman sekarang, kita sebagai mahasiswa harus menjadi figure yang baik. Memanfaatkan internet dengan sebijak mungkin, tidak menyebar berita hoax dan bisa memfilter informasi yang ada di sosial media, mahasiswa juga harus berfikir kritis dalam menanggapi permasalahan yang sangat riskan pada zaman sekarang. Karena banyak orang-orang yang tidak bertanggung jawab dalam menggunakan internet. Seperti, penipuan jual beli online, penculikan, penyebaran berita hoax, dan lain-lain. Jadi dengbudayakanlah membaca dan menjadi mahasiswa yang kritis dalam mencari tahu fakta dari berita yang beredar pada saat ini. (Gazul Fiqri Zaman, Mahasiswi Universitas Muhammaiyah Cirebon).

Bicara mengenai kemajuan IPTEK dan media sosial tentu tidak akan pernah habis untuk diperbincangkan, karena sekarang kita hidup di zaman yang serba memakai dan memanfaatkan teknologi tersebut. Menurut saya, dengan adanya peluncuran 18 buku seri literasi digital ini sangat bermanfaat untuk masyarakat atau untuk orang-orang awam yang sebelumnya tidak terlalu mengerti akan internet. Dengan adanya kegiatan ini, banyak sekali ilmu yang kami dapatkan dan tentunya sangat menginspirasi. Berbicara teknologi, hampir semua orang mengetahuinya dari anak kecil, remaja, orang dewasa bahkan orang tua sekalipun. Kemajuan teknologi untuk sekarang memang sangat signifikan, bahkan sering kali kemajuan teknologi ini manfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Misalnya seperti penipuan jual beli online, pelecehan di media sosial, penculikan, kekerasan pada anak dan lain-lain. Tentunya sangat miris melihat itu semua, khususnya saya sebagai calon pendidik banyak sekali anak SD sekarang yang sudah menggunakan handphone tanpa mengetahui dampaknya. Memang tidak semua teknologi mempunyai dampak negatif, ada juga dampak positifnya, namun disini peran orangtua sangat penting untuk memantau dan mendampingi anak-anaknya pada saat bermain dan menggunakan hp, karena tanpa sengaja dan tanpa kita ketahui sering kali muncul iklan yang tidak diinginkan. Media sosial kini memegang peran penting dalam kegiatan publik, dimana semua orang bisa dengan mudah mengakses di internet, karena internet telah menjadi kebutuhan primer hampir semua orang dan masih menjadi primadona untuk semua kalangan khususnya di Indonesia. (Nur Fajrina Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Cirebon).

Kita selaku mahasiswa harus memberikan contoh yang baik dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dengan cara memanfaatkan  internet sebaik mungkin. Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa memang benar untuk sekarang pengguna internet lebih banyak dikarenakan dengan cara itulah semua pekerjaan atau apapun bisa kita dapatkan melalui internet. Banyak manfaat dan dampak negatif dari internet, namun kita harus bisa memilih dan memilah mana yang baik dan mana yang tidak baik jangan sampai disalahgunakan. (Husnul Khotimah Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Cirebon).

Selain itu, ilmu yang kita dapat disana mengenai pelayanan prabayar, dimana pelayanan prabayar itu mewajibkan masyarakat atau pengguna kartu perdana untuk registrasi terlebih dahulu sesuai dengan nomor kartu keluarga dan NIK KTP. Peraturan itu dibuat supaya masyarakat tidak menyalahgunakan nomor hp sembarangan terutama untuk orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Seperti yang sering terjadi pada saat ini, banyak nomor hp yang tidak dikenal dan berbuat kejahatan untuk menipu orang lain melalui telepon dan SMS.

Posted in Agenda, Berita, Pengumuman.