Syahrul Juud Wal Quran

Bulan Ramadhan disamping Bulan Puasa (berlapang hati) Juga disebut Syahrul Juud (kasih sayang) kanannabiyu Ajuuda fi Ramadlan) bahwa Nabi sangat sayang pada bulan Ramadhan kepada sesamanya.

Ternyata Al-Quran menganjurkan kepada umatnya untuk menjaga jalinan harmonitas sosial

Di dalam Al-Quran terdapat ayat-ayat yang terkadung maksud agar menjaga hubungan baik dengan menyampaikan pesan yang menyejukkan (assalam arrahmah) seperti lafadz Al-Quran dalam Al-Imran 159 : qoulan afwan, qoulan istighfaron, dan dilain tempat disebutkan qaulan layyinan, qoulan kariman, qoulan ma’rufan, qoulan sadidan, qolantsaqilan, qoulan balighon, dan lainnya. Dengan demikian ungkapan-ungkapan yang timbul dari hati yang sehat (qolbun saliim), menjadi identitas muslim yang shoimiin. Bahkan hal itu juga dilakukan kepada orang-orang yang jahil, seperti dlm surat Al-Furqon 63.

Waibadurrahmani yamsuna fil Ardhi Haunan, waidza khotobahumul jahiluna qooluu salama (hamba-hamba Allah yang penyayang itu bilamana berjalan di muka bumi dengan rendah hati, dalam bilamana orang jahil menyapanya maka dibalasnya dengan kalimat yang tidak menyakitkan.

 

Berdasrkan Al-Furqon 63 tadi dapat difahami bahwa mukminat yang perfect adalah orang yang (1) ketika mengarungi balantika kehidupan yang beraneka ragam kelakuan manusia, maka dia dapat melakukan tindakan yang tepat (haunan) termasuk didalamnya membalas pesanny dengan muayyanan tepat/tegs/jitu. Yaitu mambalasnya denan SALAMAN, dalam ibnu kasir dijelaskn kata jawban salaman adalah jawaban seperlunya, wala yusrifu wala yaqturu bahasa gaulnya to the point dan dibarengi pointnya mengandung power, tidak berbahasa  yang membuang-buang pulsa, tapi bila terus berbalas pantun, maka itu berarti adanya harapan manfaat/bisnis  yang menguntungkan, lanjutkan hingga sampai ke tujuan akhir mendapatkan surga dunia maupun akherat. Semoga manfaat

Posted in Agenda, Berita, Sambutan Rektor.