IMG_9772

Wisuda Sarjana, Diploma Dan Profesi Ners XXI

“Menjadi Sarjana, Ahli Madya dan Profesional untuk Berdamai

Dalam Era Revolusi 4.0”

IMG_9753

Sebagaimana telah disadari oleh segenap lapisan masyarakat di seluruh pelosok bumi, di Era Revolusi 4.0 dewasa ini membutuhkan fondasi spiritual yang tangguh, apa jadinya manusia bilamana sudah tercerabut dari akar religiusitasnya, maka dapat dipastikan mereka tidak lagi memberi tempat di dalam kehidupannya tentang agama dalam hubungannya dengan manusia itu sendiri, mereka bertuhan kepada mesin dan derajat manusia diletakkan di bawah mesin.

Revolusi pertama abad 18 Masehi dengan penemuan mesin uap, dan dilanjut dengan penemuan listrik dan pada generasi ketiga ditandai dengan teknologi komputer dan pada generasi keempat ditandai dengan pola baru teknologi internet dan digital (disruptif teknologi), dan pada generasi keempat ini perubahan zaman begitu cepat dan telah menelan banyak korban bagi kehidupan manusia.IMG_9754

Kemampuan otak yang diberikan Allah kepada manusia merupakan anugerah yang diharapkan dapat digunakan untuk menemukan solusi dalam menghadapi tantangan kehidupan. Al-Qur’an menjelaskan tentang pentingnya akal dengan menyebutnya berulangkali dalam berbagai konteksnya, maka akal yang tercerahkan dengan cahaya ketuhanan akan membawanya kepada kemanfaatan         (al-Muslih), sebaliknya akal yang gelap dari cahaya kebenaran membawanya kepada kerusakan (Fasad).

IMG_9804

Dengan literasi otak manusia dapat dibimbing menjadi manusia yang bergerak, tidak menjadi robot yang hanya bisa digerakkan; literasi membaca dapat membuka dunia, literasi manusia dapat menjadi berbudaya, literasi data manusia menjadi waspada dan literasi digital menjadikan manusia berdaya. Tegasnya mengasah otak dan akal melalui cara-cara yang bijak menjadi keniscayaan menjaga marwah dan kehormatan jati diri bangsa di era millennia, menjadi sarjana adalah  al-Muslihuna yaitu orang-orang yang mampu mengkapitalisasi dan mengkonversi modalitas  intelektualnya menjadi modal sosial, finansial sekaligus spiritual.IMG_9815

Dengan demikian kesarjanaan seseorang dilihat bukan dari selembar ijazahnya, tetapi dilihat dari kemampuannya memberikan kemanfaatan bagi bangsanya, dimulai dari keluarganya, koleganya, masyarakatnya dan akhirnya dapat berkontribusi untuk agama dan bangsanya (Khoirunnas anfauhum linnas).

IMG_9828

Terakhir, jadikanlah kesarjanaan itu sebagai ladang kebajikan dan sebagai modal pergumulan mencari kebenaran, karena sejatinya apapun yang kita dapatkan dalam kehidupan adalah didapat dari jenis perbuatan yang telah dilakukan (Fainnal  jaza’u min jinsil amal / hasil yang didapat ditentukan amalnya), itulah sebabnya kata-kata al-Muslih  didapat dalam Al-Qur’an dimuqobalahkan  dengan     al-Fasad dan al-Dlolim. Bagi yang Muslih pasti dicintai Allah sebaliknya bagi Fasid dan Dlolim pasti dibenci Allah. Innal hasanat yudzhibnassayyiat (Hud : 114), Hal jaza’ul ihsan illal ihsan (Ar-Rahman : 8), Man ja’a bil hasanati falahu khoirun minha (An-Naml : 89), jadikan kebaikan sebagai asrama kehidupan (Fusilat : 34).

Posted in Agenda, Berita, Pengumuman, Sambutan Rektor.